Medan | TubinNews.com – Pengelola wahana Pasar Malam Nusantara di Lapangan Krido Mulyo, Simpang Beo, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, membantah kabar yang beredar di media sosial mengenai adanya korban jiwa dalam insiden berhentinya wahana kincir pada Jumat (10/7/2026) malam.
Penjaga wahana, Zainal Nasution, mengatakan insiden terjadi sekitar pukul 21.30 WIB ketika mesin kincir mendadak mengalami gangguan sehingga berhenti beroperasi. Menurutnya, seluruh kru langsung melakukan penanganan dan berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran untuk mengevakuasi para pengunjung.
“Mengetahui ada kerusakan dan mesin mati mendadak, seluruh kru wahana bertindak sigap dan cepat untuk menurunkan pengunjung yang berada di atas kabin,” ujar Zainal, Minggu (12/7/2026).
Ia menjelaskan, pihak pengelola segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang untuk membantu proses evakuasi.
“Alhamdulillah, kepanikan tersebut berhasil diatasi. Seluruh pengunjung dievakuasi dengan selamat tanpa ada luka-luka apalagi sampai ada yang meninggal dunia,” katanya.
Senada dengan itu, pemilik wahana, Indrasyah Putra, menegaskan informasi yang menyebut adanya korban meninggal dunia tidak benar.
“Kami merasa sangat dirugikan atas adanya berita yang menyampaikan ada korban luka parah sampai meninggal tanpa klarifikasi yang jelas, padahal tidak ada pengunjung yang meninggal dunia.”
Ia menambahkan bahwa seluruh pengunjung berhasil dievakuasi dengan selamat.
“Isu yang beredar menyebutkan ada korban meninggal dunia adalah tidak benar. Semua pengunjung selamat, jadi isu tersebut adalah hoaks,” tegas Indrasyah.
Meski demikian, di tengah masyarakat beredar rekaman video yang memuat klaim adanya korban jiwa dalam insiden tersebut. Dalam video itu, seorang pria bernama Anton Firmansyah menyebut terdapat dua korban yang diduga terjatuh dari wahana.
“Ini kejadiannya awalnya tadi jam 21.30 WIB. Ada korban jiwa dua orang jatuh. Satu petugas laki-laki, satu lagi pengunjung ibu-ibu terjepit kepala di antara ayunan lalu jatuh hingga pecah kepalanya,” ucap Anton dalam video yang beredar.
Namun, klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen dan bertolak belakang dengan keterangan yang disampaikan pihak pengelola wahana.
Hingga berita ini diterbitkan, Kapolsek Medan Tembung AKP Ras Maju Tarigan maupun Kanit Reskrim Iptu Parulian Sitanggang belum memberikan keterangan resmi saat dikonfirmasi TubinNews.com.
Publik pun masih menunggu penjelasan dari pihak kepolisian terkait hasil penyelidikan atas insiden yang menyebabkan puluhan pengunjung sempat terjebak di atas wahana sebelum akhirnya berhasil dievakuasi.
















