Banda Aceh | TubinNews.com – Kegiatan diskusi dan pemutaran film semidokumenter Khodaye Jang yang berlangsung di UPTD Perpustakaan Wilayah Aceh, Kamis (21/5/2026), mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Sekitar 60 peserta yang terdiri atas mahasiswa, akademisi, organisasi kepemudaan, pegiat budaya, hingga masyarakat umum mengikuti kegiatan yang menjadi ruang edukatif untuk memperluas wawasan sejarah, kebudayaan, dan nilai-nilai perjuangan melalui media perfilman.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Konselor Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta, Dr. Yahya Jahan Giri, serta perwakilan Pemerintah Aceh. Momentum ini menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan budaya antara Iran dan Aceh melalui pertukaran pengetahuan, seni, dan nilai-nilai kemanusiaan yang berkembang di kedua wilayah.
Dalam sambutannya, Dr. Yahya Jahan Giri menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat masyarakat Aceh dan dukungan Pemerintah Aceh terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Aceh dan Iran memiliki sejumlah kesamaan nilai budaya yang tercermin dalam semangat perjuangan, ketahanan masyarakat, serta penguatan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sosial.
Ia juga menyampaikan komitmennya untuk memperluas akses masyarakat Aceh terhadap literatur dan karya budaya Iran, termasuk menghadirkan buku-buku berbahasa Persia yang memiliki keterkaitan dengan budaya Aceh.
“Saya berjanji akan membawa buku-buku berbahasa Persia yang berkaitan dengan budaya di Iran dan memiliki kesamaan dengan budaya di Aceh. Saya berharap melalui film ini masyarakat Aceh dapat mengenal Iran dengan lebih baik,” ujar Dr. Yahya Jahan Giri.
Sebagai bagian dari penguatan hubungan budaya, pihaknya juga berencana melibatkan dua influencer asal Aceh dalam program kunjungan budaya ke Iran. Program tersebut diharapkan menjadi sarana memperkenalkan kehidupan masyarakat Iran sekaligus mempererat hubungan masyarakat kedua wilayah melalui pendekatan budaya dan komunikasi publik.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Dedy Yuswadi, yang mewakili Sekretaris Daerah Aceh, secara resmi membuka kegiatan pemutaran film Khodaye Jang. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang apresiasi karya perfilman, tetapi juga ruang refleksi dan pembelajaran yang menghadirkan nilai-nilai penting bagi pembangunan masyarakat.
Menurut Dedy, film yang ditayangkan mengangkat berbagai pesan tentang ketahanan, inovasi, keberanian, kerja keras, serta pentingnya kemandirian dalam menghadapi berbagai tantangan.
“Film ini mengajarkan nilai ketahanan, inovasi, kerja keras, keberanian, serta pentingnya kemandirian dalam menghadapi tantangan global. Nilai-nilai tersebut relevan untuk direfleksikan dalam konteks pembangunan Aceh,” kata Dedy.
Ia menambahkan, Aceh yang terus berupaya meningkatkan daya saing daerah membutuhkan semangat inovasi dan kolaborasi yang dibangun di atas nilai-nilai kemanusiaan, perdamaian, dan keberagaman budaya.
Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Aceh juga menyampaikan apresiasi kepada Kedutaan Besar Iran di Jakarta atas partisipasi aktif dalam berbagai kegiatan kebudayaan di Aceh. Kehadiran delegasi Iran dinilai menjadi simbol penguatan persahabatan serta jembatan pertukaran budaya antara Indonesia dan Iran, khususnya Aceh.
Pemerintah Aceh berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan berkembang menjadi kerja sama yang lebih luas di bidang kebudayaan, pendidikan, pariwisata, hingga pengembangan sumber daya manusia yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.
Apresiasi juga diberikan kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh serta Yayasan Aceh Bergerak yang dinilai berhasil menghadirkan ruang diskusi yang edukatif, inspiratif, dan terbuka bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, generasi muda Aceh diharapkan memperoleh perspektif baru tentang kebudayaan global, memperkaya wawasan lintas budaya, serta meneladani nilai-nilai perjuangan dan kemandirian yang diangkat dalam film. Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu mendorong tumbuhnya kreativitas para sineas daerah untuk terus menghadirkan karya-karya yang mengangkat kekayaan budaya dan sejarah lokal sebagai bagian dari pembangunan peradaban bangsa. [Adv]








