Medan | Tubinnews.com – Kisah pilu menyelimuti keluarga di kawasan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan. Seorang ayah bernama Hagi Wibisana menyampaikan langsung kekecewaannya atas pelayanan rumah sakit setelah bayi yang baru dilahirkan meninggal dunia hanya dalam hitungan jam, Kamis malam (16/4/2026).
Dalam keterangannya, Hagi mengaku sangat terpukul atas kepergian sang buah hati. Namun di tengah duka tersebut, ia juga mengungkap adanya beban tambahan yang harus ia hadapi terkait biaya pelayanan.
“Anakku baru meninggal bang, tapi masih diminta menyelesaikan biaya padahal jami eggak ada pake ambulance, Saya bingung harus bagaimana Karena memang kami kurang mampu bang,” ungkapnya dengan nada sedih kepada wartawan.
Vidio yang beredar memperlihatkan Hagi berdiri sambil menggendong jasad bayinya yang dibalut kain, menunggu kepastian proses administrasi. Kondisi ini memantik simpati publik, sekaligus menyoroti pentingnya sisi kemanusiaan dalam pelayanan kesehatan.
Warga sekitar pun turut memberikan dukungan moral, serta meminta agar pihak terkait segera melakukan evaluasi terhadap sistem pelayanan, khususnya bagi masyarakat kurang mampu dan berharap Gubernu Sumut Bobby Nasution meminta evaluasi pelayanan kesehatan bagi warga tidak mampu.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak rumah sakit terkait keluhan yang disampaikan oleh Hagi Wibisana.
Peristiwa ini kembali menjadi sorotan, bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya soal prosedur, tetapi juga empati kepada pasien dan keluarga yang sedang mengalami kehilangan.















