Medan | Tubinnews.com – Sebuah supermarket di kawasan Jalan Lintas Medan–Percut menjadi sorotan publik setelah keluhan seorang konsumen viral di media sosial pada Rabu 15 April 2026
Konsumen mengaku mengalami pelayanan yang kurang profesional saat bertransaksi di kasir.
Dalam kronologi yang dibagikan, barang disebut langsung di-scan tanpa konfirmasi total harga. Saat diketahui uang tidak mencukupi, konsumen berniat membatalkan pembelian, namun ditolak dengan alasan transaksi tidak bisa dibatalkan.
Kondisi diperparah dengan tidak adanya daftar harga pada rak, sehingga konsumen tidak mengetahui perubahan harga sebelum pembayaran.
“Harusnya ditanya dulu jadi beli atau tidak. Kalau dibilang totalnya Rp20 ribu, saya pasti minta cancel karena uang saya tidak cukup,” ungkap konsumen dengan nada kecewa.
Akibat kejadian tersebut, konsumen mengaku harus pulang terlebih dahulu untuk mengambil kekurangan uang, yang menurutnya sangat merepotkan dan menyita waktu.
“Di Rak tidak ada daftar harga aku tidak tau ada perubahan harga nah setelah di scan aku harus bayar ful uang ku ditahan barang enggak dikasi struk harga pun belum keluar masak langsung bilang abg pulang aja dulu ambil uang udah banyak konsumen nipu katanya balek padahal enggak, kan jadi merumitkan pelayanannya,” Keluh Junaedi
Akibatnya, konsumen mengaku harus pulang mengambil uang tambahan, yang dinilai merepotkan. Ia juga menyebut sempat dilarang merekam sebagai bukti kejadian.
Kasus ini semakin memanas setelah beredarnya pesan bernada ancaman yang dikirim melalui DM Instagram oleh akun RA pada sabtu 18 April 2026 yang diduga oknum pihak supermarket.
Dalam pesan tersebut, konsumen diminta menghapus video yang diunggah, dengan ancaman akan dibawa ke jalur hukum jika tidak diindahkan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia diminta turun.
Merespons hal itu, konsumen menyatakan tidak terima dan akan memikirkan melaporkan ke YLKI Medan. Ia menilai penyelesaian seharusnya dilakukan secara baik-baik, bukan dengan intimidasi.
Di sisi lain, publik mendesak pihak supermarket untuk segera memberikan klarifikasi resmi disertai bukti, seperti rekaman CCTV dan penjelasan prosedur pelayanan, guna menghindari kesalahpahaman yang semakin meluas.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen supermarket terkait keluhan pelayanan maupun dugaan ancaman tersebut.















