Medan | Tubinnews.com | Aksi pembegalan yang kembali terjadi di kawasan Amplas pada Sabtu malam, 11 April 2026, menambah panjang daftar kasus kriminal jalanan di Kota Medan.
Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran sekaligus pertanyaan besar terkait efektivitas pengamanan di wilayah yang dikenal rawan tersebut.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa korban menjadi sasaran saat melintas di daerah Amplas tepatnya di dekat pos. Fakta ini menunjukkan bahwa hingga kini masih banyak titik di Medan yang belum tersentuh pengamanan optimal, dari sisi patroli malam.
“Kemarin malam, bang, kejadiannya di Amplas,” ujar Andre, teman korban, menggambarkan situasi yang seolah sudah menjadi hal biasa di telinga masyarakat.
Hingga berita ini ditulis, Kapolrestabes Medan, Kombes Jean Calvijn Simanjuntak, belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. Kondisi ini memunculkan kesan lambannya penanganan dan kurangnya transparansi kepada publik atau masyarakat pilih jadi korban apa melawan.
Fenomena begal yang terus berulang menimbulkan pertanyaan serius: apakah langkah pencegahan yang selama ini dilakukan sudah cukup efektif? Atau justru masyarakat dibiarkan menghadapi risiko di jalanan tanpa perlindungan maksimal?
Warga pun dihadapkan pada pilihan sulit tetap beraktivitas dengan rasa waswas, atau membatasi mobilitas demi keamanan diri. Ironisnya, ruang publik yang seharusnya aman justru menjadi sumber ancaman, terutama pada malam hari.
Pemerintah daerah dan aparat keamanan diharapkan tidak hanya bersikap reaktif setelah kejadian, tetapi juga proaktif melalui peningkatan patroli, perbaikan penerangan jalan, serta penindakan tegas terhadap pelaku kejahatan.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin rasa aman masyarakat di Kota Medan akan semakin terkikis.
















