Deli Serdang | Tubinnews.com – Aksi kriminal jalanan yang diduga dilakukan pelaku begal kembali terjadi,warga Desa Percut, Kecamatan Percut Sei Tuan, geram dan resah.
Seorang terduga pelaku nyaris menjadi sasaran amukan massa usai diamankan warga saat beraksi di wilayah hukum Polsek Medan Tembung, Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 22.20 WIB.
Peristiwa itu menambah panjang daftar keresahan masyarakat terhadap maraknya aksi begal dan geng motor yang belakangan disebut semakin merajalela di kawasan Percut Sei Tuan. Warga menilai situasi keamanan semakin mengkhawatirkan, terutama pada malam hari.
Redi, salah seorang warga yang berada di lokasi, mengatakan aksi tersebut berlangsung sangat cepat. Namun warga yang sudah lama resah akhirnya bergerak dan berhasil mengamankan terduga pelaku sebelum diserahkan ke kantor desa.
“Ngerilah bang, di mana-mana di Percut Sei Tuan ini banyak kali begal, geng motor. Geram kami jadinya, mau bergerak sendiri nangkap para kriminal ini,” ujarnya kepada Tubinnews.com.
Pernyataan warga tersebut menjadi sinyal keras bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap rasa aman mulai menurun. Banyak warga menilai aparat penegak hukum harus lebih serius dan responsif dalam menangani maraknya kriminalitas jalanan yang terjadi hampir setiap waktu.
Masyarakat mempertanyakan efektivitas patroli malam dan langkah preventif yang dilakukan aparat di wilayah hukum Polsek Medan Tembung. Pasalnya, aksi kejahatan jalanan dinilai semakin nekat dan tidak lagi mengenal waktu maupun lokasi.
Terpisah, Kapolsek Medan Tembung AKP Ras Maju Tarigan hingga Kanit Reskrim disebut belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi wartawan terkait kejadian tersebut.
Warga berharap kepolisian tidak hanya bergerak setelah kejadian viral atau pelaku tertangkap massa. Mereka meminta tindakan nyata, patroli rutin, serta penindakan tegas terhadap pelaku begal dan geng motor agar masyarakat kembali merasa aman saat beraktivitas.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin masyarakat akan memilih bertindak sendiri di lapangan, yang berpotensi memicu aksi main hakim sendiri dan situasi yang lebih berbahaya.















