Medan | Tubinnews.com – Ribuan pengemudi ojek online (ojol) dari berbagai aplikasi di Kota Medan memadati kawasan kantor Gubernur Sumatera Utara, Jumat (20/3/2026). Mereka rela mengantri berjam jam hingga malam hari setelah mendapat undangan pembagian paket sembako dan Tunjangan Hari Raya (THR).
Informasi yang beredar menyebutkan, sekitar 2.000 paket bantuan disiapkan untuk dibagikan kepada para driver lintas aplikasi seperti Gojek, Grab, Maxim, Shopee, hingga InDriver. Pembagian ini disebut-sebut berkaitan dengan agenda kunjungan Presiden di kantor Gubernur Sumut.
Namun, harapan ribuan ojol untuk mendapatkan bantuan tersebut berubah menjadi kekecewaan. Diduga hingga malam hari, bantuan yang dinanti tak kunjung tersalurkan secara jelas, memicu kericuhan di lokasi.
Dalam sejumlah rekaman video yang beredar, terlihat kerumunan massa semakin tak terkendali. Desakan antar driver pun tidak terhindarkan. Bahkan, dilaporkan seorang driver ojol sempat pingsan diduga akibat kelelahan setelah berjam-jam mengantri di tengah padatnya kerumunan.

“Kami sudah berjam jam nunggu, tapi tidak ada kejelasan. Malah makin malam makin ricuh,” ujar Andre warga yabg menyaksikan
Situasi yang memanas membuat suasana di sekitar lokasi menjadi tidak kondusif. Beberapa ojol terlihat saling dorong demi mendapatkan akses pembagian bantuan yang tak kunjung dimulai.
Ketua Unit Wartawan Provsu Saifullah Defaza Membantah berita tersebut enggak lah benar
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara terkait penyebab keterlambatan distribusi maupun mekanisme pembagian bantuan tersebut.

Peristiwa ini pun menuai sorotan, terutama terkait kesiapan panitia dalam mengatur ribuan massa serta transparansi penyaluran bantuan agar tidak menimbulkan kericuhan di lapangan.















