TubinNews.com – Memasuki pertengahan bulan Ramadhan (nishfu Ramadhan), merupakan momentum yang dianggap penting karena terdapat amalan yang berbeda, yaitu membaca doa qunut pada akhir shalat Witir setelah rangkaian shalat Tarawih.
Amalan membaca doa qunut ini dilakukan saat shalat Witir mulai pada malam ke-16 Ramadhan. Terkait hal ini, terdapat sejumlah dalil yang dapat dijadikan landasan, mulai dari atsar (perkataan para sahabat Nabi) hingga pendapat para ulama salaf yang tercantum dalam berbagai kitab klasik.
Di antaranya adalah keterangan dari pakar hadis terkemuka, Imam al-Hafiz al-Baihaqi (wafat 458 H). Dalam kitabnya, beliau menjelaskan riwayat tentang qunut dalam shalat Witir setelah memasuki paruh kedua bulan Ramadhan, yang diriwayatkan dari kalangan tabi’in:
أَخْبَرَنَا أَبُو عَلِيٍّ الرُّوذْبَارِيُّ، أَخْبَرَنَا أَبُو بَكْرِ ابْنُ دَاسَةَ، حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ، حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَكْرٍ، أَخْبَرَنَا هِشَامٌ، عَنْ مُحَمَّدٍ هُوَ ابْنُ سِيرِينَ، عَنْ بَعْضِ أَصْحَابِهِ، أَنَّ أُبَيَّ بْنَ كَعْبٍ أَمَّهُمْ يَعْنِي فِي رَمَضَانَ وَكَانَ يَقْنُتُ فِي النِّصْفِ الْآخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
“Abu ‘Ali ar-Rudzbari mengabarkan kepada kami, Abu Bakr Ibn Dasah mengabarkan kepada kami, Abu Dawud menceritakan kepada kami, Ahmad bin Hanbal menceritakan kepada kami, Muhammad bin Bakr mengabarkan kepada kami, Hisyam meriwayatkan dari Muhammad yaitu Ibn Sirin dari sebagian sahabatnya, bahwa Ubay bin Ka’ab pernah mengimami mereka, yakni pada bulan Ramadhan, dan beliau membaca qunut pada setengah akhir bulan Ramadhan.” (As-Sunan al-Kubra [Kairo: Markaz Hajar lil-Buhuts wad-Dirasat], vol 5, h. 335)
Membaca doa qunut pada paruh akhir bulan Ramadhan hukumnya sunnah. Artinya, jika dilakukan akan mendapatkan pahala, sedangkan jika ditinggalkan tidak berdosa.
Hal ini sebagaimana keterangan yang disampaikan oleh Imam an-Nawawi (wafat 676 H) dalam karyanya, bahwa para ulama mazhab Syafi’i menganjurkan membaca doa qunut pada shalat Witir di separuh terakhir bulan Ramadhan:
وَيُسْتَحَبُّ الْقُنُوتُ عِنْدَنَا فِي النِّصْفِ الْآخِرِ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ فِي الرَّكْعَةِ الْأَخِيرَةِ مِنَ الْوِتْرِ
“Menurut mazhab kami (Syafi’iyyah), disunnahkan membaca qunut pada setengah akhir bulan Ramadhan, yaitu pada rakaat terakhir shalat Witir.” (Al-Adzkar an-Nawawi [Beirut: Dar Ibn Katsir], vol. 1, h. 124)
Pada dasarnya, bacaan doa qunut di separuh bulan Ramadhan sama halnya dengan doa qunut yang biasa dibaca dalam shalat Subuh.
Berikut ini teks lengkap doa qunut beserta latin dan terjemahannya:
اَللّهُمَّ اهْدِنَا فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنَا فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنَا فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لَنَا فِيْمَا اَعْطَيْتَ، وَقِنَا شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ، فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ، وَأَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Allahummahdina fi man hadait. Wa ‘afina fi man afait. Wa tawallana fi man tawallait. Wa barik lana fi ma a’thait. Wa qina syarra ma qadhait. Fa innaka taqdhi wa la yuqdha alaik. Wa innahu la yudzillu man walait. Wa la ya’izzu man ‘adait. Tabarakta rabbana wa ta’alait. Fa lakal hamdu ‘ala ma qadhait. Wa astaghfiruka wa atubu ilaik. Wa shallallahu ala sayyidina muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘ala ‘alihi wa shahbihi wa sallam.
Artinya: “Ya Allah, berikanlah petunjuk kepada kami sebagaimana mereka yang telah Engkau tunjukkan. Dan berilah kesehatan kepada kami sebagaimana mereka yang Engkau telah berikan kesehatan. Dan peliharalah kami sebagaimana orang yang telah Engkau peliharakan. Dan berilah keberkahan kepada kami pada apa-apa yang telah Engkau karuniakan. Dan selamatkan kami dari bahaya kejahatan yang Engkau telah tentukan. Maka sesungguhnya Engkaulah yang menghukum dan bukan terkena hukum. Maka sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin. Dan tidak mulia orang yang Engkau memusuhinya. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha tinggi Engkau. Maha bagi Engkau segala pujian di atas yang Engkau hukumkan. Aku memohon ampun dari Engkau dan aku bertaubat kepada Engkau. (Dan semoga Allah) mencurahkan rahmat dan sejahtera untuk junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.”
Demikian bacaan doa qunut Witir pada separuh akhir Ramadhan beserta artinya yang dapat diamalkan mulai malam ke-16 Ramadhan.
Sebagaimana dijelaskan oleh para ulama Syafi’i, bacaan qunut tersebut hukumnya sunnah dan tidak berbeda dengan bacaan qunut dalam shalat Subuh.
Artikel ini telah tayang di mui.or.id dengan judul: Bacaan Doa Qunut Witir di Separuh Akhir Ramadhan, Lengkap dengan Artinya.

















