Meulaboh | TubinNews.com – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menggelar sosialisasi jasa konstruksi Tahun 2026 dengan melibatkan 40 aparatur dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Dinas PUPR Aceh Barat, Selasa (13/10/2026).
Kegiatan yang dibuka oleh Bupati Aceh Barat melalui Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, Fadly Octora, itu bertujuan meningkatkan kompetensi aparatur dalam penyelenggaraan pekerjaan konstruksi yang tertib, berkualitas, dan akuntabel.
Dalam arahannya, Fadly menekankan bahwa infrastruktur berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan konektivitas wilayah, serta mendukung kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari jumlah infrastruktur yang dibangun, tetapi juga dari kualitas pekerjaan, ketepatan penggunaan anggaran, penerapan standar keselamatan kerja, serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.
“Penyelenggaraan jasa konstruksi membutuhkan sumber daya manusia yang berkompeten, profesional, dan memiliki pemahaman yang baik terhadap tugas serta tanggung jawabnya,” ujar Fadly.
Ia menjelaskan, aparatur yang terlibat dalam pekerjaan konstruksi, mulai dari Pengguna Anggaran (PA), Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), hingga unsur teknis dan pengawasan, memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan tertib, efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.
“Oleh karena itu, peningkatan kapasitas aparatur mutlak diperlukan agar pembangunan dapat terlaksana sesuai perencanaan, memenuhi standar mutu, dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” terang Fadly
Melalui sosialisasi tersebut, Pemkab Aceh Barat menargetkan peningkatan pemahaman aparatur terhadap regulasi jasa konstruksi, penguatan koordinasi antarperangkat daerah, serta penyamaan persepsi dalam menghadapi kendala pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat tertib penyelenggaraan konstruksi sejak tahap persiapan, pelaksanaan, hingga pengawasan, dengan memperhatikan mutu, ketepatan waktu, efisiensi biaya, dan keselamatan konstruksi.
Fadly berharap sosialisasi tersebut tidak hanya menjadi forum penyampaian materi, tetapi juga ruang diskusi dan pertukaran pengalaman bagi para peserta.
Untuk memperdalam pemahaman peserta, kegiatan ini menghadirkan dua narasumber dari Balai Jasa Konstruksi Wilayah I Banda Aceh, yakni Doni Suhendra dan Muhammad Maulana.






