Banda Aceh | TubinNews.com – Pemerintah Kota Banda Aceh mendorong percepatan digitalisasi Koperasi Merah Putih Syariah (KDMPS). Langkah ini dilakukan untuk memperbaiki tata kelola koperasi sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat gampong.
Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, mengatakan teknologi harus memberikan manfaat nyata bagi koperasi dan masyarakat.
Hal itu disampaikannya dalam Focus Group Discussion (FGD) bersama tim peneliti Universitas Syiah Kuala, Selasa (6/10/2026). Pertemuan tersebut membahas pengembangan sistem Koperasi Desa Digital melalui platform terintegrasi.
Afdhal menegaskan digitalisasi koperasi tidak boleh hanya berorientasi pada pembuatan aplikasi. Sistem yang dibangun harus menjawab kebutuhan pengurus, anggota koperasi, pelaku UMKM, dan masyarakat.
“Kita harus membangun kebijakan yang berbasis data dan riset. Teknologi harus menjadi instrumen untuk memperkuat tata kelola, transparansi, akuntabilitas, serta pelayanan koperasi kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi tim peneliti Pusat Unggulan Utama Universitas Syiah Kuala Berdampak (PUU-B) yang mengembangkan konsep koperasi desa digital berbasis platform terintegrasi.
”Pendekatan berbasis riset dapat membantu Banda Aceh membangun koperasi yang mampu mengikuti perkembangan teknologi,” jelas Afdhal.
Anak Muda Disiapkan Jadi Pendamping Koperas
Pemko Banda Aceh tidak hanya fokus pada pembangunan sistem. Pemerintah juga menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjalankan teknologi tersebut.
Afdhal mendorong generasi muda terdidik, termasuk lulusan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), untuk ikut memperkuat koperasi di tingkat gampong.
Ia menilai keterlibatan generasi muda dapat mempercepat proses transformasi koperasi sekaligus membantu UMKM berkembang.
”Mereka dapat membantu pengurus meningkatkan kemampuan digital. Pendampingan juga diperlukan dalam administrasi dan pengelolaan usaha koperasi,” ungkapnya.
Selain itu, lanjut Afdhal, para kader diharapkan membantu UMKM lokal memperluas pasar. Produk usaha masyarakat dapat diarahkan masuk ke dalam rantai pasok koperasi.
“Sistem digital secanggih apa pun tidak akan memberikan dampak apabila tidak didukung sumber daya manusia yang mampu mengoperasikannya,” katanya.
Teknologi Harus Berdampak pada Ekonomi Warga
Afdhal menegaskan keberhasilan Koperasi Merah Putih Syariah tidak cukup dilihat dari jumlah koperasi yang terbentuk atau aplikasi yang berhasil dikembangkan.
”Dampaknya harus terlihat dalam aktivitas ekonomi masyarakat. Transaksi di gampong diharapkan meningkat. Jumlah UMKM yang menjadi pemasok koperasi juga perlu bertambah,” tegasnya.
Wakil Wali Kota tersebut mengatakan, kualitas pelayanan kepada anggota harus semakin baik. Perputaran ekonomi masyarakat juga harus semakin kuat.
Karena itu, Pemko Banda Aceh ingin sistem digital dibangun berdasarkan kebutuhan operasional koperasi. Sistem tersebut harus mampu mendukung kegiatan dari awal hingga akhir.
”Fitur yang dikembangkan dapat mencakup pendataan anggota, katalog produk UMKM, pengelolaan stok, transaksi, pembukuan, hingga pelaporan,” ujar Afdhal.
Banda Aceh, katanya, juga memiliki ketentuan khusus dalam menjalankan aktivitas ekonomi. Karena itu, sistem koperasi harus mendukung penerapan prinsip syariah.
”Pengelolaan koperasi juga harus berjalan secara transparan dan akuntabel,” ucap Afdhal.
Dari FGD Menuju Program yang Bisa Diterapkan
Afdhal berharap pembahasan bersama tim peneliti Universitas Syiah Kuala menghasilkan rekomendasi yang dapat diterapkan di lapangan.
“Hasil FGD tersebut diharapkan menjadi salah satu dasar dalam pengembangan Koperasi Merah Putih Syariah di seluruh gampong Kota Banda Aceh,” harapnya.
Ia juga mengajak berbagai pihak memperkuat kerja sama. Pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, pengurus koperasi, UMKM, dan masyarakat perlu bergerak bersama.
Menurut Afdhal, transformasi koperasi tidak akan berjalan optimal jika masing-masing pihak bekerja sendiri.
“Tujuan akhirnya bukan sekadar menghadirkan sistem digital, tetapi membangun koperasi yang sehat, transparan, adaptif, dan mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat gampong,” pungkasnya.






