Simeulue | TubinNews.com — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Simeulue, Rasmanudin H Rahamin, merespons sorotan publik terhadap anggaran jamuan makan dan minum tamu Pemerintah Kabupaten Simeulue.
Rasman mengatakan, perhatian masyarakat terhadap penggunaan anggaran tersebut perlu dijawab dengan informasi yang berimbang.
“Saya mengapresiasi kepada masyarakat yang memberikan pertanyaan atau argumen yang masih sebatas wajar,” kata Rasman, Senin (29/9/2026).
Menurut Rasman, pos belanja makan dan minum tamu menjadi salah satu bagian yang dibahas DPRK bersama pemerintah daerah dalam pembahasan anggaran. DPRK, kata dia, meminta penjelasan secara rinci terkait besaran anggaran tersebut.
“Dalam maraton pembahasan anggaran ini, kami juga membahas tantang anggaran, salah satunya tentang makan minum tamu, yang menurut sebagian masyarakat ini banyak dan besar. Kami juga mempertanyakan dengan sangat detail kemarin hari Sabtu,” ujarnya.
Dalam penjelasan yang diterima DPRK, peningkatan kunjungan dari luar daerah menjadi salah satu alasan yang disampaikan pemerintah daerah. Rasman menyebut kunjungan tersebut berlangsung sepanjang 2025 dan 2026.
“Yang kami dapatkan penjelasan bahwa, kita memang dalam tahun 2025, 2026 kita memang banyak mendapatkan kunjungan dari luar, kunjungan orang-orang besar,” katanya.
Rasman menyebut salah satu pejabat yang datang ke Simeulue adalah Menteri Pendidikan.
“Bahkan yang terbaru itu ada menteri pendidikan,” ujarnya.
Ia juga mengaitkan kunjungan pejabat tersebut dengan posisi Simeulue yang berada jauh dari pusat pemerintahan.
“Tentu sebagai sebuah daerah yang jauh dari pusat pemerintahan, dari banda aceh, dan kosekuensinya adalah jarang dikunjungi oleh para pejabat-pejabat,” tambahnya.
Rasman mengatakan peningkatan kunjungan pejabat tersebut terjadi dalam dua tahun terakhir dan berdampak pada kebutuhan pelayanan terhadap tamu pemerintah daerah.
“Dalam 2 tahun ini kunjungan pejabat ketempat kita mengalami peningkatan yang signifikan dan kita sudah menjadi kebiasan melayani tamu kita dengan baik,” ujarnya.
Ia kemudian kembali menyinggung besaran anggaran makan dan minum tamu yang menjadi perhatian masyarakat.
“Itu yang kemudian memang harus kita pahami bahwa, biaya untuk makan minum tamu kita yang menurut pandangan orang ini besar,” pungkasnya.






