Olahraga

Penjualan Tiket Asian Games Aichi-Nagoya 2026 Belum Capai Target

×

Penjualan Tiket Asian Games Aichi-Nagoya 2026 Belum Capai Target

Sebarkan artikel ini
Banyak kursi kosong saat pertandingan Indonesia vs Jepang pada Jumat (18/9). (NOC Indonesia/MRP)
Banyak kursi kosong saat pertandingan Indonesia vs Jepang pada Jumat (18/9). (NOC Indonesia/MRP)

Jakarta | TubinNews.com – Panitia Asian Games Aichi-Nagoya 2026 (AINAGOC) mengakui penjualan tiket pertandingan masih belum sesuai harapan. Sejumlah arena pertandingan bahkan terlihat dipenuhi kursi kosong.

Pemandangan tersebut terlihat di Mizuho Park Athletic Stadium, Jepang, pada Jumat malam. Stadion yang mampu menampung 30.000 penonton itu hanya terisi sekitar seperempat kapasitas saat nomor lari 100 meter putra dan putri berlangsung.

Kehadiran penonton juga belum meningkat ketika atlet Jepang, Misaki Morota, tampil pada nomor lompat galah putri. Padahal, Morota berpeluang meraih medali emas.

Sekretaris Jenderal AINAGOC, Satoshi Murate, mengatakan panitia masih berupaya meningkatkan jumlah penonton di setiap pertandingan. Ia menyampaikan hal tersebut saat menanggapi pertanyaan AFP mengenai banyaknya kursi kosong.

“Kami tidak puas. Kami akan terus menargetkan stadion yang penuh, menjual tiket, dan mendorong pemegang tiket untuk hadir,” kata Murate, seperti dikutip Japan Today.

AINAGOC menyebut penjualan tiket untuk delapan cabang olahraga, termasuk sepak bola, masih berada di bawah 60 persen. Penjualan tiket untuk upacara penutupan yang dijadwalkan berlangsung delapan hari kemudian juga masih berada di kisaran tersebut.

Sementara itu, penjualan tiket upacara pembukaan telah melampaui 90 persen. Namun, sejumlah kursi tetap kosong ketika para atlet mengikuti parade dan panitia menyalakan obor Asian Games 2026.

Murate menilai penjualan tiket secara keseluruhan masih cukup kuat. Meski demikian, panitia mengakui banyaknya kursi kosong menjadi perhatian, terutama pada beberapa pertandingan.

Menurut Murate, jadwal pertandingan yang berlangsung dalam satu sesi menjadi salah satu penyebabnya. Penonton cenderung memilih pertandingan yang mereka anggap paling menarik.

Tiket yang diberikan kepada pihak terkait, seperti sponsor, juga tidak selalu digunakan. Akibatnya, kursi yang sudah dialokasikan tetap kosong saat pertandingan berlangsung.

Baca Juga :  Pastikan Distribusi Ratusan Ribu Kotak Konsumsi Lancar, PB PON XXI Sumut Ambil Langkah Mitigasi dan Respons Cepat

“Tempat duduk sudah dialokasikan, tetapi sebagian orang tidak bisa datang. Akibatnya, beberapa pertandingan memang memiliki kursi kosong yang terlihat jelas dan kami menyayangkan hal tersebut,” ujar Murate.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *