Deli Serdang | Tubinnews.com – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang, Suparno, melakukan kunjungan diam-diam ke SMP Negeri 4 Percut Sei Tuan pada Senin, 11 Mei 2026.
Kunjungan tersebut diduga berkaitan dengan berbagai sorotan terhadap kondisi lingkungan sekolah serta dugaan persoalan pengelolaan fasilitas di sekolah tersebut.
Dalam keterangannya kepada wartawan saat menghadiri kunjungan di Desa Rantau Panjang, Selasa (19/5/2026), Suparno menegaskan pihaknya tidak akan mentolerir pelanggaran yang terjadi di lingkungan pendidikan.
“Kami akan berikan sanksi sesuai dengan peraturan,” tegas Suparno singkat.
Kunjungan tersebut disebut sebagai bentuk perhatian serius Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang dalam melakukan pembenahan dan perubahan di sektor pendidikan, khususnya terkait tata kelola sekolah dan kebersihan lingkungan.
Sorotan masyarakat terhadap SMPN 4 Percut mencuat setelah kondisi area sekolah dinilai memprihatinkan meski baru saja menerima anggaran revitalisasi sebesar Rp4,4 Milyar.

Terlihat tumpukan meja dan kursi rusak terlihat menumpuk di salah satu sudut sekolah, sementara area belakang sekolah tampak dipenuhi sampah berserakan dan rumput liar yang tidak terurus.
Kondisi itu memicu pertanyaan warga terkait pengelolaan fasilitas sekolah serta perhatian terhadap kebersihan lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi tempat nyaman bagi siswa untuk belajar.
Beberapa warga berharap Dinas Pendidikan tidak hanya memberikan teguran, tetapi juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pihak sekolah agar kejadian serupa tidak terus berulang.

“Kalau memang ada kelalaian harus dievaluasi serius. Sekolah itu tempat anak-anak belajar, jangan sampai terlihat kumuh begini,” ujar wali murid sebut saja Andri
Kepada jurnalis kepala sekolah SMP 4 Percut Kusnardi memberikan keterangan terkait kondisi sekolah baru mendapat revitalisasi namun sangat tidak terawat akibat siswa dan pelajar.
“Sekarang sebenarnya tugas sekolah tinggal menjaga. Setidaknya segala perbaikan itu bisa membuat sekolah lebih berdaya. Tinggal mengajak anak-anak bagaimana menjaga dan memelihara ini semua.
“Kami selalu mengingatkan bahwa sekolah ini rumah kedua bagi mereka.Tutup Kusnardi
















