Deli Serdang | Tubinnews.com – Proyek revitalisasi di SMP Negeri 4 Percut Sei Tuan dengan anggaran mencapai Rp4,4 miliar lebih pada tahun 2025 kini menuai sorotan masyarakat. Pasalnya, bangunan yang baru selesai dikerjakan pada Desember 2025 itu disebut mulai mengalami kerusakan di sejumlah bagian.
Warga menilai pelaksanaan proyek bantuan revitalisasi dari Kementerian Pendidikan RI tersebut diduga dikerjakan asal jadi.
Salah satu yang menjadi perhatian ialah kondisi bagian belakang sekolah yang disebut tidak dilakukan penimbunan, padahal kawasan itu kerap dilanda banjir saat hujan turun.

“Kalau bagi masyarakat bang, anggaran Rp4,4 miliar itu besar kali. Kalau buat bangun ruko mungkin sudah dapat banyak. Tapi ini bisa abang lihat sendiri kondisi sekolah seperti apa, mungkin ada yang bermain dalam proyek itu,” ujar seorang warga bernama Ucok kepada Tubinnews.com.
Sorotan masyarakat semakin kuat setelah ditemukan sejumlah bagian bangunan yang disebut sudah mengalami kerusakan, meski proyek revitalisasi belum lama selesai.
Pantauan jurnalis di lokasi menemukan beberapa bagian pintu dan jendela diduga tidak mengalami pergantian material baru. Bahkan terdapat bagian bangunan yang tampak rusak dan terbengkalai ditinggalkan pelaksana proyek.
Foto: Kondisi Asbes di belakang sekolah.
Saat jurnalis mencoba mengambil gambar di lingkungan sekolah, sempat terjadi pertanyaan dari salah seorang guru terkait izin peliputan dan surat tugas dari lembaga media. Peristiwa itu terekam dalam video dan dilaporkan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang.
Tidak lama kemudian, Kepala Sekolah langsung menemui jurnalis untuk memberikan penjelasan.
Kepala Sekolah Kusnardi menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan atas program revitalisasi yang telah dilakukan di sekolah tersebut.
“Jadi ada dua puluh ruang kelas direvitalisasi, kemudian ruang guru, ruang kepala sekolah, ruang administrasi, ruang wakil, perpustakaan, hampir semua diperbaiki.
Foto Fot
Foto : kondisi toilet baru ditinggal pelaksana rusak.
Ada bangunan baru juga seperti toilet, laboratorium, kemudian ruang UKS. Kami berterima kasih banyak kepada Kementerian Pendidikan,” ujarnya.

Menurutnya, pekerjaan revitalisasi telah dilaksanakan dengan baik dan seluruh laporan pengerjaan juga telah dikirimkan.

“Dikerjakan dengan baik dan hasil Alhamdulillah baik. Laporan kita juga sudah kita kirim dan Alhamdulillah hasilnya baik,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa saat ini pihak sekolah fokus menjaga fasilitas yang sudah dibangun agar dapat dimanfaatkan maksimal oleh siswa.
Foto : Kondisi Jendela dan Pintu tidak ada pergantian.
“Sekarang sebenarnya tugas sekolah tinggal menjaga. Setidaknya segala perbaikan itu bisa membuat sekolah lebih berdaya. Tinggal mengajak anak-anak bagaimana menjaga dan memelihara ini semua.
Kami selalu mengingatkan bahwa sekolah ini rumah kedua bagi mereka. Rata-rata siswa di sini ekonominya kurang dan sekarang mereka lebih semangat bersekolah,” tutup Kusnardi.

Meski demikian, masyarakat berharap pihak terkait, termasuk Dinas Pendidikan dan pelaksana proyek, dapat melakukan pengecekan ulang terhadap hasil revitalisasi tersebut agar kualitas bangunan benar-benar sesuai dengan besarnya anggaran yang digelontorkan pemerintah.
















