Banda Aceh | TubinNews.com – Remaja Masjid Masjid Oman menggelar program Klinik Bacaan Al-Qur’an tanpa biaya selama Ramadan 1447 H. Program ini berlangsung selama 10 hari, mulai 21 Februari hingga 2 Maret 2026.
Bendahara Remaja Masjid sekaligus Bendahara Kepanitiaan, Nurizka Fitria, mengatakan program tersebut digelar sebagai respons atas tingginya minat jemaah yang ingin memperbaiki bacaan Al-Qur’an secara gratis.
“Ramadan menjadi momentum bagi kami untuk membantu jemaah memperbaiki kualitas bacaan Al-Qur’an, terutama dari sisi makhraj dan tajwid. Melihat tingginya permintaan tahsin gratis, sementara dauroh yang berjalan bersifat berbayar dan terbatas untuk usia 5 sampai 15 tahun, maka kami berinisiatif membuka Klinik Bacaan Al-Qur’an tanpa biaya,” ujarnya saat diwawancarai TubinNews, Sabtu (21/02/2026).
Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan imam-imam masjid serta Badan Kemakmuran Masjid (BKM). Untuk menjaga kualitas pembinaan, pengajar diseleksi langsung oleh Imam Masjid Oman, sementara volunteer yang terlibat juga melalui tahap seleksi sebelum Ramadan.
Pelaksanaan klinik dipisahkan antara peserta laki-laki dan perempuan. Peserta laki-laki dibimbing oleh pengajar laki-laki, sedangkan peserta perempuan dibimbing oleh pengajar perempuan dalam halaqah masing-masing.
Ia menjelaskan, program ini menyasar remaja hingga lansia, termasuk masyarakat dengan keterbatasan ekonomi. Dalam pelaksanaannya, peserta terlebih dahulu mengikuti screening bacaan, khususnya Surah Al-Fatihah, sebelum dibagi ke dalam dua level.
Level 1 diperuntukkan bagi peserta yang masih terbata-bata dalam membaca, sedangkan Level 2 bagi peserta yang sudah cukup baik bacaannya. Peserta yang belum lancar akan diarahkan mengikuti halaqah lanjutan.
“Kalau Al-Fatihah-nya sudah bagus, cukup satu kali pertemuan saja. Tapi kalau masih terbata-bata, akan kita buka halaqah agar terus dibimbing sampai lancar,” katanya.
Menurutnya, fokus utama pembinaan adalah penyempurnaan bacaan Surah Al-Fatihah karena merupakan rukun dalam shalat. Ia juga menyebut peserta lansia perlu terus diajarkan karena kemampuan pelafalan yang sudah mulai sulit.
Panitia juga memperbolehkan peserta perempuan yang sedang haid untuk tetap mengikuti tes screening dengan pemberitahuan terlebih dahulu, dan pelaksanaan dilakukan di area terpisah. Nurizka Fitria berharap program ini dapat membantu masyarakat lebih percaya diri dan benar dalam membaca Al-Qur’an.
“Semoga dengan program ini masyarakat yang sebelumnya belum lancar membaca bisa lebih mudah dan lebih memahami tajwid serta makhraj-nya,” pungkasnya.









