Aceh | TubinNews.com – Fasilitas Layanan kesehatan (Fasyankes) di sejumlah wilayah Aceh terdampak bencana mengalami kerusakan, baik pada rumah sakit umum daerah (RSUD) maupun puskesmas. Dari 309 puskesmas yang terdampak, sebanyak 144 unit mengalami kerusakan, terdiri atas 77 unit rusak ringan, 44 unit rusak sedang, dan 23 unit rusak berat. Bahkan, empat puskesmas tidak dapat beroperasi di dalam gedung akibat kerusakan fasilitas.
“Rumah sakit semuanya beroperasi meski beberapa mengalami kerusakan sedang, sedangkan puskesmas ada empat yang tidak beroperasi di dalam gedung,” jelas Koordinator Health Emergency Operation Center (HEOC) Aceh, Ferdiyus.
Keempat puskesmas tersebut yakni Puskesmas Jambur Lak-Lak (Aceh Tenggara), Puskesmas Lokop (Aceh Timur), Puskesmas Rusip (Aceh Tengah), dan Puskesmas Peusangan (Bireuen). Meski demikian, pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan dengan memanfaatkan tenda darurat di luar gedung.

Kondisi serupa juga terjadi pada rumah sakit. Berdasarkan data per 1 Desember 2025, sebanyak 87 RSUD terdampak bencana Sumatera. Di Aceh sendiri, tercatat 65 rumah sakit terdampak, delapan di antaranya sempat berhenti beroperasi.
Sementara itu, Berdasarkan data Posko HEOC Aceh per 5 Januari 2026, seluruh rumah sakit kini telah kembali beroperasi, terdiri atas 23 rumah sakit pemerintah dan 42 rumah sakit swasta. Meski begitu, enam rumah sakit pemerintah dan lima rumah sakit swasta masih mengalami kerusakan sedang sehingga belum beroperasi secara optimal.

Untuk mengatasi dampak tersebut, Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) terus mempercepat pemulihan Fasyankes bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh.
“Kita memfokuskan perbaikan di RSUD dan puskesmas,” ujar Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (7/1/2025).
Selain perbaikan fasilitas, Kemenkes juga membangun puskesmas modular sementara, “Sambil mempersiapkan relokasi Puskesmas Lokop di Aceh Timur dan Puskesmas Jambur Lak-Lak di Aceh Tenggara agar layanan kesehatan tidak berhenti,” kata Budi.
















