Aceh Barat Daya | TubinNews.com – Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Jamaluddin Idham, meninjau sejumlah program pertanian dan peternakan di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh, Senin (19/10/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan yang diperjuangkannya melalui pokok-pokok pikiran (pokir) dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
Dalam kunjungan itu, Jamaluddin yang merupakan anggota Komisi IV DPR RI sekaligus Ketua DPD PDI Perjuangan Aceh, didampingi Ketua DPC PDI Perjuangan Abdya Irmansyah Marzuki, Koordinator Ketua Tim JI Abdya Thamren, serta sejumlah pengurus partai dan simpatisan.
Lokasi pertama yang dikunjungi adalah kandang ayam petelur Kelompok Peternak Mufakat Sajan di Desa Blang Raja, Kecamatan Babahrot. Kelompok tersebut merupakan salah satu penerima bantuan untuk pengembangan usaha peternakan ayam petelur.
Ketua Kelompok Peternak Mufakat Sajan, Dedi Iswandi, mengapresiasi dukungan yang diberikan kepada kelompoknya. Ia menilai bantuan tersebut bermanfaat untuk mendukung pengembangan usaha peternakan yang dikelola masyarakat.
“Bantuan ini pastinya sangat bermanfaat bagi kami. Mudah-mudahan Allah memudahkan segala urusan Bapak Jamaluddin di parlemen dalam memperjuangkan asa masyarakat,” kata Dedi, didampingi Keuchik Blang Raja, Teuku Faisal.
Dari lokasi peternakan, rombongan melanjutkan kunjungan ke Kebun Bibit Rakyat (KBR) di Pante Cermin, Kecamatan Babahrot, yang dikelola Kelompok Tani Tuah Harapan Baru.
Di lokasi tersebut, Jamaluddin melihat proses penyemaian dan pembibitan sebanyak 30 ribu batang tanaman. Jenis bibit yang dikembangkan meliputi petai, durian, jengkol, alpukat, dan pala.
Selanjutnya, rombongan menuju Desa Alue Pisang, Kecamatan Kuala Batee, untuk menyerahkan bantuan traktor tangan (hand tractor) kepada Kelompok Tani Tunas Baru. Bantuan itu diterima oleh Ketua Kelompok Tani Tunas Baru, Jamaris, bersama anggota kelompok.
Penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berlanjut ke Desa Ladang, Kecamatan Susoh. Di lokasi tersebut, Jamaluddin menyerahkan mesin tanam padi kepada Kelompok Tani Beusabe Rata untuk mendukung kegiatan budi daya padi dan mempermudah proses penanaman.
Selain meninjau sektor pertanian, Jamaluddin juga mengunjungi usaha peternakan ayam petelur yang dikelola Kelompok Ujong Beusaree di Desa Pulau Kayu, Kecamatan Susoh.
Jamaluddin mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya mengawal program yang telah diperjuangkan di tingkat pusat agar pelaksanaannya sesuai dengan tujuan dan kebutuhan masyarakat.
“Saya ingin memastikan program-program yang diperjuangkan melalui pokok-pokok pikiran ini benar-benar tepat sasaran dan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat,” ujarnya.
Menurut Jamaluddin, keberhasilan program tidak cukup hanya diukur dari tersalurkannya bantuan. Hal yang lebih penting adalah memastikan bantuan tersebut memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat penerima.
“Bagi saya, yang terpenting bukan hanya program itu terealisasi, tetapi juga bagaimana manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Jamaluddin.
Ia menilai sektor pertanian dan peternakan memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian masyarakat, terutama di daerah yang sebagian besar warganya menggantungkan penghasilan pada kedua sektor tersebut.
Karena itu, ia berharap bantuan yang disalurkan dapat meningkatkan produktivitas kelompok penerima manfaat, meringankan beban kerja petani, serta membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat.
Jamaluddin juga menekankan pentingnya pemanfaatan dan keberlanjutan program agar bantuan yang diberikan tidak berhenti pada tahap penyaluran, tetapi terus memberikan dampak positif bagi penerima manfaat.
“Oleh karena itu, pemanfaatan dan keberlanjutan program yang telah kita perjuangkan ini harus menjadi perhatian bersama. Semoga bermanfaat,” tuturnya.
Selain bantuan yang telah disalurkan, Jamaluddin disebut akan menyalurkan program lainnya untuk masyarakat Abdya. Program tersebut meliputi pembangunan irigasi tersier di 10 titik, irigasi perpompaan (irpom), serta irigasi perpipaan (irpip) yang masih dalam tahap pengerjaan.






