Percut Sei Tuan | Tubinnews.com – Kreativitas Kepala Sekolah UPT SPF SD Negeri 104209 Saentis, Supriadi patut diacungi jempol. Lahan tidur yang dulunya tempat pembuangan sampah dan bekas bangunan rumah dinas tak terpakai, kini disulap menjadi kebun sayur produktif bersama guru dan murid, Selasa (13/10/2026).
Gerakan sekolah menanam ini merupakan dukungan terhadap program Ketapang (Ketahanan Pangan) dari Bupati Deli Serdang yang dicanangkan untuk dilaksanakan di lingkungan sekolah.
“Pada dasarnya visi misi adalah ingin mensukseskan program dari Bapak Bupati Deli Serdang yaitu ketahanan pangan yang dilaksanakan di lingkungan sekolah masing-masing,” ujar Supriadi kepada Tubinnews.com di lokasi kebun.
Dengan latar belakang sebagai anak seorang petani, Supriadi memanfaatkan lahan kosong tersebut dengan menanam berbagai jenis sayuran dengan pupuk seadanya dari kotoran hewan.
“Ada beberapa tanaman sayur yang memang kami tanam diantaranya daun ubi, bayam, kangkung, sawi, kacang panjang dan cabai,” jelasnya.
Hasilnya luar biasa. Dalam kurun waktu tujuh bulan menjabat, kebun sekolah tersebut sudah 6 kali panen dan menghasilkan nilai ekonomis yang tidak sedikit.
“Selama tujuh bulan kami sudah panen enam kali, terkumpul sekitar dua juta empat ratus ribu rupiah. Nilai ekonomisnya lumayan untuk kas sekolah,” ungkapnya.
Menariknya, hasil panen tersebut tidak dijual sembarangan. Pihak sekolah menjalin kerjasama dengan Kedai Aceh Grosir yang berada tepat di depan sekolah untuk menyalurkan sayuran segar tersebut kepada masyarakat.
Supriadi berharap hasil dari kebun sekolah ini nantinya bisa dimanfaatkan untuk kegiatan sosial, yakni menyantuni anak-anak yatim piatu di saat bulan Ramadan nanti.
“Harapan kami kegiatan ini tetap berlanjut. Setiap hal kecil apapun yang bisa dilakukan di sekolah lakukanlah, memang kondisinya tidak mudah tetapi tidak ada yang tak mungkin,” pungkasnya.
Sementara itu, kreativitas Kepsek ini mendapat respon luar biasa dari para guru. Salah seorang guru di sekolah tersebut, Yustinus, mengaku sangat mendukung.
“Beliau ini memang aktif, gak mau tenang di kantorlah, semua lingkungan sekolah dikerjakan. Beliau ini suka juga bercocok tanam dan tanaman. Ya kami pun guru-guru ikut juga,” ujar Yustinus.
Ia menambahkan, respon wali murid juga sangat positif, mereka bahkan antusias membeli hasil panen kebun sekolah.
“Respon dari orang tua memang sangat mendukung. Hasilnya panen tadi itu dibeli oleh orang tua. Jadi orang tua pun anggapannya responnya memang sangat aktif. Mereka juga mau membeli hasil kebun sekolah. Jadi uangnya kami pergunakan untuk menanam lagi bibitnya kemudian juga kita simpan, kalau ada kegiatan-kegiatan sekolah dari sana dananya,” katanya.
Namun di balik keberhasilan tersebut, para guru juga mengungkapkan kendala utama sekolah. Saat ini SDN 104209 Saentis hanya memiliki 8 ruang kelas, sementara jumlah rombel membludak hingga harus masuk siang.
“Kalau kekurangan dari sekolah mungkin karena sekolah kami ini cuman delapan kelas, padahal kan sebenarnya ada yang masuk siang, jadi empat kelas lagi yang masuk siang. Kalau bisa memang kami kekurangan ruangan, empat ruangan lagi. Jadi kalau memang ada bantuan dari pemerintah ya kalau bisa ditambah jadi semua masuk pagi,” harapnya.
Guru lainnya, Putri Apriani, juga menyatakan kebanggaannya terhadap program kebun sekolah tersebut dan berharap program ini terus berlanjut.
Dengan adanya kebun produktif ini, SDN 104209 Saentis tidak hanya menjadi contoh sekolah yang mendukung ketahanan pangan, tetapi juga sekolah yang kreatif memanfaatkan lahan sempit untuk nilai ekonomi dan edukasi bagi siswa.






