AcehDaerah

BPI Bersama BPDP Dorong 180 Pekebun Sawit Aceh Timur Naik Kelas Jadi Pekebun Pengusaha

×

BPI Bersama BPDP Dorong 180 Pekebun Sawit Aceh Timur Naik Kelas Jadi Pekebun Pengusaha

Sebarkan artikel ini
Peserta mengikuti Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit Pengembangan SDM Perkebunan Tahun 2026 Angkatan XVIII Provinsi Aceh yang diselenggarakan Best Planter Indonesia (BPI) disponsori BPDP dengan dukungan Direktorat Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Ditjen Perkebunan di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh, 21-26 September 2026. Sebanyak 180 pekebun kelapa sawit Aceh Timur mengikuti pelatihan untuk meningkatkan kapasitas menjadi pekebun pengusaha. [Foto: Dok. Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh]

Aceh Timur | TubinNews.com – Sebanyak 180 pekebun kelapa sawit di Kabupaten Aceh Timur mengikuti Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit dalam rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan (SDM-P) Tahun 2026.

Kegiatan yang disponsori Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dengan dukungan teknis Direktorat Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, Direktorat Jenderal Perkebunan, tersebut kembali diselenggarakan oleh Best Planter Indonesia (BPI) sebagai bagian dari rangkaian kegiatan pengembangan kapasitas pekebun sawit.

Pada pelatihan gelombang 3 ini, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh, Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, SP. MP, mendorong peserta untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam mengelola perkebunan agar dapat naik kelas dari pekebun sawit menjadi pekebun pengusaha.

“Untuk itulah peserta perlu mengikuti pelatihan dengan fokus dan serius sebagai modal berharga untuk jadi pekebun pengusaha. Kita hendaknya senantiasa belajar meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam mengelola sawit,” kata Azanuddin, Kamis (24/9/2026).

Ia juga menilai pelatihan yang diselenggarakan BPI dapat menjadi kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan pengetahuan dari para narasumber yang memiliki pengalaman di lapangan.

“Kegiatan pelatihan yang di selenggarakan oleh BPI ini sangat baik untuk diikuti karena narasumber BPI yang berpengalaman (100% Best Practices), maka peserta harus mengosongkan gelasnya dan siap diisi gelasnya dengan menyerap ilmu yang diajarkan oleh para narasumber,” tambahnya.

Menurut Azanuddin, pengalaman praktisi lapangan diharapkan dapat membantu peserta memahami persoalan yang dihadapi dalam pengelolaan kebun sawit.

“BPI melalui narasumbernya yang 100% praktisi lapangan berkomitmen memberikan tips dan trik dilapangan seputaran sawit, tidak hanya menjadi inspirasi tapi terpenting menjadi problem solving (pemecahan masalah) yang dihadapi” tuturnya.

Materi pelatihan mencakup pembibitan unggul bersertifikat, pemeliharaan tanaman belum menghasilkan (TBM) dan tanaman menghasilkan (TM), pemupukan berimbang, pengendalian hama dan penyakit terpadu termasuk penanganan Ganoderma, serta teknik panen.

Baca Juga :  Pimpin Tanam Padi Perdana Pasca Bencana, Sekda Aceh : Jaga Stabilitas Pangan Tetap Aman

Selain materi di dalam kelas, peserta juga mengikuti kunjungan lapangan ke PT Agro Sinergi Nusantara (ASN) pada Kamis (24/9/2026). Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta melihat secara langsung penerapan pengelolaan perkebunan di lapangan.

Dalam kunjungan tersebut, peserta dapat membandingkan kondisi kebun yang dikelola dengan praktik pengelolaan kebun terbaik atau best management practices (BMP) yang diterapkan di lokasi kunjungan.

Program pelatihan tersebut didukung BPDP dan Direktorat Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Ditjen Perkebunan sebagai bagian dari upaya pengembangan sumber daya manusia pekebun kelapa sawit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *