Deli Serdang | Tubinnews.com – Sosok seorang guru ngaji di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang mendadak menjadi perhatian publik setelah keberaniannya memviralkan keresahan warga terkait dugaan aktivitas peredaran narkoba yang disebut telah berlangsung selama bertahun-tahun di lingkungan tempat tinggalnya.
Perempuan bernama Halimahtusaqdiah itu kini menjadi perbincangan luas di media sosial. Aksi nekatnya merekam dan mengusir sejumlah pria yang diduga terlibat dalam aktivitas mencurigakan di dekat lokasi anak-anak mengaji menuai dukungan dari berbagai kalangan masyarakat.
Kepada jurnalis Tubinnews.com Rabu 13 Mei 2026, Halimahtusaqdiah mengaku dirinya sudah lama memendam rasa resah atas situasi yang terus terjadi di depan matanya, bahkan disebut berlangsung di sekitar tempat anak-anak belajar mengaji.
“Entah kekuatan apa yang buat aku berani. Kemarin aku benar-benar khilaf sampai berani mengusir mereka. Kayaknya polisi sampai viral seperti video pertama kali di samping tempat kami mengaji,” ucapnya dengan nada sedih.
Ia mengatakan selama ini dirinya merasa berjuang sendirian demi menjaga lingkungan dan generasi muda agar tidak terjerumus dalam lingkaran peredaran barang haram.
“Aku lelah, ternyata aku hanya sendiri. Tidak ada yang bisa melihat perjuangan demi menjaga generasi bangsa ini bebas dari lingkaran peredaran barang haram,” tambahnya.
Namun setelah video tersebut viral, Halimahtusaqdiah mengaku justru mendapat tekanan dan intimidasi dari sejumlah orang yang mendatangi rumahnya. Ia menyebut massa sempat mengeluarkan kata-kata tidak pantas, merusak pagar rumah, melempar seng, bahkan mengaku jilbabnya sempat dibuka saat keributan terjadi.
Peristiwa itu disebut membuat dirinya dan keluarga mengalami ketakutan mendalam, terutama anak-anak yang kini disebut trauma akibat kejadian tersebut.
Di tengah situasi yang dialaminya, Halimahtusaqdiah mempertanyakan sikap sebagian masyarakat yang dinilainya memilih diam dibanding mendukung upaya pemberantasan dugaan peredaran narkoba di desanya.
“Maaf bang, sampai hari ini aku jadi sadar apa manfaat dan keuntungannya bagi keluargaku? Sama sekali enggak ada. Tapi kenapa masyarakat Desa Rantau Panjang diam? Aku sangat kecewa karena mereka lebih mendukung semua awal kerusakan bangsa ini,” keluhnya.
Hingga kini, kasus tersebut masih menjadi perhatian publik di media sosial. Warga berharap aparat penegak hukum dapat memberikan perlindungan terhadap masyarakat yang berani bersuara demi menjaga lingkungan dari dugaan aktivitas kriminal, sekaligus menindak tegas pihak-pihak yang melakukan intimidasi dan perusakan.















