Banda Aceh | TubinNews.com – Pemerintah melalui Dinas Pendidikan Aceh masih menunggu surat edaran resmi dari pemerintah pusat terkait rencana penerapan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) sebagai langkah penghematan bahan bakar minyak (BBM).
“Kami masih menunggu surat edaran dari pusat. Sampai sekarang belum ada edaran yang kami terima terkait kebijakan itu,” kata Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, Senin (16/03/2026).
Ia menjelaskan, jika pemerintah pusat telah mengirimkan surat edaran tersebut, Dinas Pendidikan Aceh akan segera menindaklanjutinya dengan menyesuaikan pelaksanaan kebijakan di lingkungan pendidikan di Aceh.
“Jika surat edaran sudah ada, tentu akan langsung kami tindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan wacana penerapan sistem kerja dari rumah bagi sebagian ASN dalam sidang kabinet di Istana Negara, Jakarta.
“Kebijakan ini dipertimbangkan oleh pemerintah sebagai salah satu upaya untuk menekan konsumsi BBM sekaligus mengurangi mobilitas masyarakat,” ujarnya.
Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah mengangkat wacana tersebut di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Menurutnya, kondisi itu berpotensi memicu kenaikan harga minyak dunia yang dapat berdampak pada perekonomian nasional.
“Selain skema WFH, pemerintah juga sedang mengkaji sejumlah langkah efisiensi lainnya, seperti pengurangan hari kerja serta kebijakan penghematan energi di berbagai sektor,” jelas Prabowo.
















