Medan | TubinNews.com – Kematian tragis Diki Wahyudi (17), remaja asal Jalan Siliwangi Dusun VI, Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Percut Sei Tuan, membuat geger bahkan pertanyaan terhadap lemahnya pengawasan keselamatan kerja.
Korban tewas mengenaskan setelah tertimpa truk pengangkut tanah saat mengantarkan material di kawasan Thamrin Plaza, Jumat (13/2/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.
Peristiwa ini menyoroti dugaan kelalaian penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), terutama karena korban masih berusia 17 tahun namun sudah dipekerjakan di lingkungan yang berisiko tinggi.
Kematian Diki menambah daftar panjang kecelakaan kerja yang berujung fatal di Sumatera Utara. Ironisnya, sebagian besar kasus berakhir tanpa kejelasan sanksi tegas terhadap pihak yang lalai.
Dengan duka dalam pantauan jurnalis orang tua korban terlihat berlinang air mata mencoba tegar menghadapi musibah yang menimpa sambil berusaha mengurus penguburan anaknya dan berusaha mengiklaskan kepergian anaknya.
Kapolsek Medan Area AKP Ainul Yakin saat dikonfirmasi serelah menerima alamat rumah duka menjelaskan akan segera dilakukan cek
Pemerintah daerah juga diminta tidak hanya bereaksi setelah kejadian, tetapi melakukan pengawasan rutin terhadap proyek yang melibatkan alat berat.
Tragedi ini menjadi pengingat bahwa keselamatan kerja bukan sekadar formalitas di atas kertas. Tanpa pengawasan ketat dan komitmen serius dari semua pihak, korban berikutnya hanya tinggal menunggu waktu.

















