Medan | TubinNews.com — Sebuah video yang beredar luas di media sosial kembali menyoroti dugaan penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi jenis solar di SPBU 14.203.1109, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang. Peristiwa yang disebut terjadi pada Jumat (31/1/2026) itu memicu reaksi keras masyarakat dan pengguna jalan.
Dalam video tersebut, perekam mengaku hanya diperbolehkan mengisi solar subsidi senilai Rp200 ribu, meskipun kondisi tangki kendaraannya hampir kosong. Saat mempertanyakan kebijakan tersebut, operator SPBU berdalih bahwa kendaraan tertentu dapat mengisi solar dalam jumlah besar karena melakukan pembelian melalui kantor SPBU.
Merasa ada kejanggalan, perekam video kemudian mendatangi kantor SPBU untuk meminta penjelasan lebih lanjut. Salah seorang petugas sempat menanyakan kecocokan pelat kendaraan dengan barcode serta menyampaikan akan berkoordinasi dengan petugas terkait mengenai kebijakan pembatasan pengisian solar subsidi.
Namun demikian, dugaan ketidaksesuaian justru semakin mencuat. Dalam rekaman yang beredar, terlihat sejumlah kendaraan, termasuk truk yang diduga telah dimodifikasi dengan wadah tambahan, bebas mengisi solar subsidi dalam jumlah besar. Aktivitas tersebut disebut terus berlangsung meskipun keluhan telah disampaikan secara langsung.
Kondisi ini memicu dugaan kuat adanya praktik penyaluran BBM subsidi yang tidak sesuai ketentuan. Warga yang mengantre secara tertib mengaku dirugikan, sementara solar subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kecil dan sektor tertentu justru diduga mengalir ke pihak-pihak tertentu.
“Kalau memang ada aturan pembatasan, seharusnya berlaku adil. Jangan masyarakat kecil dibatasi, sementara kendaraan tertentu bebas mengisi,” keluh seorang warga di lokasi.
Warga lainnya juga menyampaikan kekecewaannya terhadap aktivitas pengisian solar menggunakan wadah tambahan.
“Ini antre berjam-jam dari pagi sampai sore, ngisi BBM pakai drum atau kotak di dalam truk. Harusnya ini ditindak, jangan dibiarkan. Kejadian seperti ini sudah sering,” ujarnya.
Masyarakat pun mendesak Pertamina, aparat penegak hukum, serta instansi pengawas terkait untuk segera turun tangan melakukan inspeksi dan penelusuran menyeluruh. Pengawasan ketat dinilai penting agar distribusi BBM bersubsidi benar-benar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh oknum yang mencari keuntungan pribadi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola SPBU maupun Pertamina belum memberikan keterangan resmi terkait video viral tersebut. Publik pun menantikan langkah tegas agar dugaan penyimpangan distribusi solar subsidi tidak terus berulang dan merugikan masyarakat luas.

















