Simeulue | TubinNews.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto bertujuan menyediakan asupan makanan sehat bagi anak-anak sekolah di seluruh Indonesia.
Namun dari Informasi yang dihimpun TubinNews, pelaksanaan program tersebut di sejumlah sekolah di Kecamatan Teupah Barat, Kabupaten Simeulue, dibagikan kepada siswa menggunakan kantong plastik dan langsung diserahkan kepada siswa tanpa wadah makan yang layak.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran orang tua siswa terkait standar kebersihan dan keamanan makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis.
“Penggunaan plastik sebagai kemasan kurang higienis untuk makanan, apalagi dikonsumsi langsung oleh anak-anak,” ujar salah seorang orang tua siswa, Arman, Sabtu (20/12/2025).

Ia menilai, program MBG sejatinya diharapkan mampu meningkatkan kualitas gizi peserta didik sekaligus menjadi upaya menekan angka stunting secara nasional.
“Konsep MBG yang dirancang pak Prabowo menunya bervariasi, seimbang, dan memenuhi standar gizi yang layak serta higenis,” katanya.
Hal senada disampaikan orang tua siswa lainnya, Amin Juli. Ia menilai penyajian makanan menggunakan plastik tidak mencerminkan semangat awal program MBG yang mengedepankan kualitas gizi, kebersihan, dan keamanan konsumsi.
“Apa yang dijelaskan pemerintah berbeda dengan pelaksanaan di lapangan. Padahal, kami berharap program ini benar-benar membantu anak-anak kami,” ujarnya.
Amin menekankan pentingnya pengawasan yang lebih ketat terhadap proses penyajian dan distribusi makanan dalam program tersebut.
“Saya berharap ada penguatan pengawasan agar tujuan utama Program MBG, yaitu meningkatkan kesehatan dan gizi anak sekolah, benar-benar tercapai,” pungkasnya.














