Aceh Tamiang | TubinNews.com – Upaya penanganan pasca banjir di Aceh Tamiang terus dilakukan berbagai pihak, salah satunya dari anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Aceh.
Jamaluddin Idham yang turun langsung mengkoordinasikan tim relawan untuk menyalurkan bantuan ke daerah terdampak sejak awal bencana terjadi, memusatkan perhatian pada sejumlah wilayah dalam Provinsi Aceh, tidak terkecuali Aceh Tamiang yang mengalami kerusakan cukup parah akibat banjir.
Menurut Jamaluddin, pihaknya telah menyisir lebih dari 50 titik pengungsian terisolir di Aceh Tamiang yang sebelumnya belum terjangkau bantuan.
“Bantuan berupa sembako, obat-obatan, dan kebutuhan pokok lainnya telah disalurkan sejak 3 Desember 2025 lalu,” ujar Jamaluddin, Minggu (7/12/2025).
“Untuk kebutuhan pokok dan kebutuhan dasar lainnya sudah berdatangan ke Aceh Tamiang melalui truk-truk bantuan, kecuali air bersih yang masih minim,” tambahnya.
Menurut Jamaluddin, hingga saat ini beberapa lokasi pemukiman masih belum dapat dijangkau karena jalan tergenang air, lumpur tebal, hingga jembatan yang putus. Kondisi ini menghambat penyaluran bantuan dan proses evakuasi warga.
Dikatakan Jamaluddin, Kecamatan Seruway dilaporkan sebagai salah satu wilayah yang sangat membutuhkan bantuan segera, hal itu diketahui berdasarkan laporan masyarakat di lokasi.
Politisi muda PDI Perjuangan itu berharap pemerintah daerah, pemerintah provinsi, BNPB, serta instansi terkait dapat segera menembus kawasan terisolir tersebut.
Sejak kemarin, kata Jamaluddin, lembaga kemanusiaan, relawan, serta aparat TNI–Polri mulai tiba di Aceh Tamiang membantu warga. Akses jalur nasional Medan–Aceh juga dilaporkan membaik sehingga distribusi bantuan dapat dilakukan lebih lancar.
“Pemerintah daerah turut mulai menyalurkan bantuan melalui perangkat desa di wilayah masing-masing,” sebutnya.
Jamaluddin juga mengimbau relawan yang hendak datang ke Aceh Tamiang agar membawa masker ekstra untuk dibagikan kepada warga. Pada siang hari, debu tebal seperti kabut masih beterbangan di sepanjang jalan dan dapat mengganggu kesehatan warga maupun relawan.
“Kita berharap lembaga pemberi bantuan dan pemerintah daerah tepat sasaran dalam menyalurkan bantuan awal dan lanjutan,” pungkas Jamaluddin.

















