Kamis, 12 Maret 2026
TubinNews
  • Home
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Daerah
    • Aceh
    • SUMATERA UTARA
    • Sumatera Selatan
    • Banda Aceh
    • Langsa
    • Aceh Barat
    • Aceh Tenggara
    • SIMEULUE
    • SINGKIL
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Wisata
    • Kuliner
    • Gaming
    • Movie
  • Olahraga
  • Hukrim
    • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
    • Ekonomi
    • Bisnis
  • Opini
  • Serba-Serbi
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Daerah
    • Aceh
    • SUMATERA UTARA
    • Sumatera Selatan
    • Banda Aceh
    • Langsa
    • Aceh Barat
    • Aceh Tenggara
    • SIMEULUE
    • SINGKIL
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Wisata
    • Kuliner
    • Gaming
    • Movie
  • Olahraga
  • Hukrim
    • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
    • Ekonomi
    • Bisnis
  • Opini
  • Serba-Serbi
No Result
View All Result
TubinNews
No Result
View All Result
Home Opini

Empat Pulau “Hilang”: Ujian Nyata Kekuatan Politik Aceh

Redaksi by Redaksi
14 Juni 2025
Empat Pulau “Hilang”: Ujian Nyata Kekuatan Politik Aceh
Bagikan ke FBBagikan ke WABagikan ke Twitter

Oleh: Isra Fu’addi [Pemerhati Isu Aceh/Aktivis Muda Aceh]

Empat pulau milik Aceh—Pulau Mangkir Besar, Mangkir Kecil, Lipan, dan Panjang—telah berpindah ke Sumatera Utara secara administratif dalam revisi aturan batas daerah oleh Kementerian Dalam Negeri. Bagi banyak orang, ini dianggap sebagai bentuk pencaplokan wilayah secara diam-diam. Tapi penulis ingin mengajak kita melihat persoalan ini dari sisi yang lebih mendalam: ini bukan hanya masalah pulau, tapi cermin dari lemahnya kekuatan politik Aceh di hadapan kekuasaan pusat.

Kita tidak sedang membahas hilangnya satu dua gugusan batu karang. Kita sedang bicara tentang bagaimana nasib wilayah bisa berubah hanya dengan tanda tangan pejabat pusat—tanpa daya tangkal dari elite dan struktur politik Aceh sendiri.

Pertanyaannya sekarang bukan sekadar “kenapa pulau kita diambil?” tapi “apa kita masih punya kekuatan untuk mengambilnya kembali?”

BeritaTerkait

WhatsApp-Image-2026-02-26-at-23.30.44-120x86 Empat Pulau “Hilang”: Ujian Nyata Kekuatan Politik Aceh

Berani Jujur di Tengah Badai: Menag Nasaruddin dan Wajah Baru Pejabat Negara

26 Februari 2026
WhatsApp-Image-2026-01-05-at-17.24.55-120x86 Empat Pulau “Hilang”: Ujian Nyata Kekuatan Politik Aceh

Tuduhan Konflik Kepentingan Yayasan Kemala Bhayangkari Sebagai Mitra MBG Dinilai Tidak Berdasar

5 Januari 2026
IMG-20260105-WA0020-120x86 Empat Pulau “Hilang”: Ujian Nyata Kekuatan Politik Aceh

Refleksi HAB Kemenag ke-80: Dari Kerukunan Menuju Sinergi Umat di Tengah Bencana

5 Januari 2026

Politik Aceh: Besar di Daerah, Kecil di Pusat?

Sejak UUPA disahkan tahun 2006 sebagai hasil perjanjian damai Helsinki, Aceh punya posisi istimewa secara hukum dan politik. Tapi status istimewa tanpa daya tawar hanyalah teks kosong. Hilangnya empat pulau ini menyingkap sebuah kenyataan pahit: kita lemah dalam diplomasi pusat.

Apa yang sedang diuji dalam persoalan ini adalah, Pertama sejauh mana Pemerintah Aceh mampu membangun argumentasi hukum dan politik di meja Jakarta. Kedua sejauh mana perwakilan Aceh di DPR RI bisa menjadikan ini agenda bersama, bukan hanya isu lokal Aceh Singkil, dan terakhir sejauh mana elite politik Aceh bisa melawan secara cerdas, terstruktur, dan strategis, bukan hanya dengan retorika media.

Baca Juga :  Gereja Katedral Apresiasi Pengamanan Polri-TNI Saat Gelaran Rangkaian Misa Paskah

Sampai hari ini, kita belum melihat sikap kolektif yang kuat. Belum ada tim hukum terpadu dari Pemerintah Aceh untuk menggugat keputusan Mendagri. Belum ada dorongan dari DPD RI asal Aceh untuk meminta klarifikasi resmi. Belum terlihat kekuatan politik Aceh sebagai satu barisan yang menggetarkan pusat.

Padahal kalau Aceh serius, banyak instrumen bisa digunakan: dari judicial review, tekanan publik, lobi lintas kementerian, hingga tekanan politik di Komisi II DPR RI.

Tantangan Bagi Para Elit Aceh

Penulis melihat ini sebagai ujian sejarah. Apakah para elit Aceh hari ini—baik eksekutif maupun legislatif—masih punya keberanian, ketegasan, dan visi untuk menjaga marwah dan wilayah Aceh? Atau mereka hanya sibuk memperpanjang jabatan dan mengamankan kursi masing-masing?

Empat pulau itu hanyalah awal. Jika ini dibiarkan, maka bukan tidak mungkin perairan laut, blok migas, dan pulau-pulau lain akan menyusul. Maka pertanyaannya bukan hanya soal “bisa dikembalikan atau tidak?”, tetapi siapa yang benar-benar bersedia memperjuangkannya?

Jangan Biarkan Aceh Dihapus Secara Diam-diam

Aceh hari ini menghadapi tantangan yang sangat nyata. Bukan perang senjata, bukan pemberontakan, tapi penghilangan perlahan identitas dan wilayah melalui proses hukum yang tak disadari. Dan ketika itu terjadi, bukan pusat yang salah sendiri—tapi kita yang diam, sibuk dengan urusan sendiri, dan gagal membangun satu kekuatan politik yang disegani.

Empat pulau itu sekarang jadi cermin. Apakah Aceh hari ini masih punya daya atau sudah menyerah?

Tags: Empat pulau milik Aceh

Berita Lainnya

Berani Jujur di Tengah Badai: Menag Nasaruddin dan Wajah Baru Pejabat Negara
Opini

Berani Jujur di Tengah Badai: Menag Nasaruddin dan Wajah Baru Pejabat Negara

26 Februari 2026
Tuduhan Konflik Kepentingan Yayasan Kemala Bhayangkari Sebagai Mitra MBG Dinilai Tidak Berdasar
Opini

Tuduhan Konflik Kepentingan Yayasan Kemala Bhayangkari Sebagai Mitra MBG Dinilai Tidak Berdasar

5 Januari 2026
Refleksi HAB Kemenag ke-80: Dari Kerukunan Menuju Sinergi Umat di Tengah Bencana
Opini

Refleksi HAB Kemenag ke-80: Dari Kerukunan Menuju Sinergi Umat di Tengah Bencana

5 Januari 2026
Demi Sawit Bencana pun Tidak Masalah
Opini

Demi Sawit Bencana pun Tidak Masalah

21 Desember 2025
Simeulue di Persimpangan: Ketika Hutan Dikorbankan Atas Nama Ekonomi
Opini

Simeulue di Persimpangan: Ketika Hutan Dikorbankan Atas Nama Ekonomi

16 Desember 2025
Krisis Pengungsi Tripa Makmur: RPMM Tagih Tanggung Jawab Pemkab Nagan Raya
Opini

Krisis Pengungsi Tripa Makmur: RPMM Tagih Tanggung Jawab Pemkab Nagan Raya

7 Desember 2025
  • Trending
Pemuda Asal Simeulue Diduga Tewas Dianiaya Saat Istirahat di Masjid Agung Sibolga

Pemuda Asal Simeulue Diduga Tewas Dianiaya Saat Istirahat di Masjid Agung Sibolga

2 November 2025
Polres Simeulue Amankan Terduga Pelaku Pelecehan Anak di Bawah Umur

Polres Simeulue Amankan Terduga Pelaku Pelecehan Anak di Bawah Umur

21 Juni 2025
Seorang Pemuda Meloncat Dari Kapal Aceh Hebat, Keberangkatan Kapal Tertunda Beberapa Jam

Seorang Pemuda Meloncat Dari Kapal Aceh Hebat, Keberangkatan Kapal Tertunda Beberapa Jam

19 Oktober 2025
Warga Simeulue Ditemukan Bunuh Diri di Kediamannya

Warga Simeulue Ditemukan Bunuh Diri di Kediamannya

26 Februari 2026

Berita Terkini

Ilustrasi uang. (Foto : ilustrasi dibuat menggunakan Gemini)

ASN Aceh Terima Uang Meugang Lebih Awal Jelang Idul Fitri

11 Maret 2026
PT Agrabudi Jasa Bersama Salurkan Santunan Jelang Idul Fitri untuk 111 Anak Yatim

PT Agrabudi Jasa Bersama Salurkan Santunan Jelang Idul Fitri untuk 111 Anak Yatim

11 Maret 2026
Harli Siregar: Aset Negara yang Diperoleh dari Hasil Tindak Pidana Harus Dikembalikan

Harli Siregar: Aset Negara yang Diperoleh dari Hasil Tindak Pidana Harus Dikembalikan

11 Maret 2026
Pengurus KAMMI Banda Aceh foto bersama dengan Anak Yatim Rumah Amal Qolbun Salim. (TubinNews/Nurul Azkia)

KAMMI Banda Aceh Salurkan Santunan untuk Anak Yatim di Rumah Amal Qolbun Salim

11 Maret 2026
TubinNews

© 2025 TubinNews.com.

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Internasional
  • Nasional
  • Pemerintahan
    • Kejaksaan
    • TNI-POLRI
  • Daerah
    • Aceh
      • Banda Aceh
      • Aceh Barat
      • Langsa
      • Aceh Tenggara
      • Simeulue
      • Aceh Singkil
    • Sumatera Utara
    • Sumatera Selatan
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Wisata
    • Kuliner
    • Gaming
    • Movie
  • Olahraga
  • Politik
  • Parlemen
  • Pendidikan
  • Hukrim
    • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
    • Ekonomi
    • Bisnis
  • Opini
  • Religi
  • Sosial