Sabtu, 8 Agustus 2026
No Result
View All Result
TubinNews
  • Home
  • Daerah
    • Aceh
    • SUMATERA UTARA
    • Sumatera Selatan
    • Banda Aceh
    • Langsa
    • Aceh Barat
    • Aceh Tenggara
    • SIMEULUE
    • SINGKIL
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Wisata
    • Kuliner
    • Gaming
    • Movie
  • Olahraga
  • Hukrim
    • Hukum
    • Kriminal
  • Ekobis
    • Ekonomi
    • Bisnis
  • Opini
  • Serba-Serbi
  • Home
  • Daerah
    • Aceh
    • SUMATERA UTARA
    • Sumatera Selatan
    • Banda Aceh
    • Langsa
    • Aceh Barat
    • Aceh Tenggara
    • SIMEULUE
    • SINGKIL
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Wisata
    • Kuliner
    • Gaming
    • Movie
  • Olahraga
  • Hukrim
    • Hukum
    • Kriminal
  • Ekobis
    • Ekonomi
    • Bisnis
  • Opini
  • Serba-Serbi
No Result
View All Result
TubinNews
No Result
View All Result
Home Opini

Empat Pulau “Hilang”: Ujian Nyata Kekuatan Politik Aceh

Redaksi by Redaksi
14 Juni 2025
Empat Pulau “Hilang”: Ujian Nyata Kekuatan Politik Aceh
Bagikan ke FBBagikan ke WABagikan ke Twitter

Oleh: Isra Fu’addi [Pemerhati Isu Aceh/Aktivis Muda Aceh]

Empat pulau milik Aceh—Pulau Mangkir Besar, Mangkir Kecil, Lipan, dan Panjang—telah berpindah ke Sumatera Utara secara administratif dalam revisi aturan batas daerah oleh Kementerian Dalam Negeri. Bagi banyak orang, ini dianggap sebagai bentuk pencaplokan wilayah secara diam-diam. Tapi penulis ingin mengajak kita melihat persoalan ini dari sisi yang lebih mendalam: ini bukan hanya masalah pulau, tapi cermin dari lemahnya kekuatan politik Aceh di hadapan kekuasaan pusat.

Kita tidak sedang membahas hilangnya satu dua gugusan batu karang. Kita sedang bicara tentang bagaimana nasib wilayah bisa berubah hanya dengan tanda tangan pejabat pusat—tanpa daya tangkal dari elite dan struktur politik Aceh sendiri.

Pertanyaannya sekarang bukan sekadar “kenapa pulau kita diambil?” tapi “apa kita masih punya kekuatan untuk mengambilnya kembali?”

BeritaTerkait

WhatsApp-Image-2026-07-27-at-13.52.38-120x86 Empat Pulau “Hilang”: Ujian Nyata Kekuatan Politik Aceh

Mengantar Ayah Menjemput Maut: Potret Buruk Pelayanan dan Hilangnya Empati di RSUZA

27 Juli 2026
WhatsApp-Image-2026-07-23-at-14.17.55-120x86 Empat Pulau “Hilang”: Ujian Nyata Kekuatan Politik Aceh

Aceh (Mati) Menganggur di Lumbung Minyak, Gas, Emas dan Batubara

23 Juli 2026
ChatGPT-Image-Jul-22-2026-10_52_43-PM-120x86 Empat Pulau “Hilang”: Ujian Nyata Kekuatan Politik Aceh

Momentum Hari Anak Nasional Untuk Memperkuat Sistem Perlindungan Anak yang Berkeadilan

22 Juli 2026

Politik Aceh: Besar di Daerah, Kecil di Pusat?

Sejak UUPA disahkan tahun 2006 sebagai hasil perjanjian damai Helsinki, Aceh punya posisi istimewa secara hukum dan politik. Tapi status istimewa tanpa daya tawar hanyalah teks kosong. Hilangnya empat pulau ini menyingkap sebuah kenyataan pahit: kita lemah dalam diplomasi pusat.

Apa yang sedang diuji dalam persoalan ini adalah, Pertama sejauh mana Pemerintah Aceh mampu membangun argumentasi hukum dan politik di meja Jakarta. Kedua sejauh mana perwakilan Aceh di DPR RI bisa menjadikan ini agenda bersama, bukan hanya isu lokal Aceh Singkil, dan terakhir sejauh mana elite politik Aceh bisa melawan secara cerdas, terstruktur, dan strategis, bukan hanya dengan retorika media.

Baca Juga :  Komit Bawa Kembali 4 Pulau Ke Pangkuan Aceh, Pemprov Tak Tempuh Jalur PTUN

Sampai hari ini, kita belum melihat sikap kolektif yang kuat. Belum ada tim hukum terpadu dari Pemerintah Aceh untuk menggugat keputusan Mendagri. Belum ada dorongan dari DPD RI asal Aceh untuk meminta klarifikasi resmi. Belum terlihat kekuatan politik Aceh sebagai satu barisan yang menggetarkan pusat.

Padahal kalau Aceh serius, banyak instrumen bisa digunakan: dari judicial review, tekanan publik, lobi lintas kementerian, hingga tekanan politik di Komisi II DPR RI.

Tantangan Bagi Para Elit Aceh

Penulis melihat ini sebagai ujian sejarah. Apakah para elit Aceh hari ini—baik eksekutif maupun legislatif—masih punya keberanian, ketegasan, dan visi untuk menjaga marwah dan wilayah Aceh? Atau mereka hanya sibuk memperpanjang jabatan dan mengamankan kursi masing-masing?

Empat pulau itu hanyalah awal. Jika ini dibiarkan, maka bukan tidak mungkin perairan laut, blok migas, dan pulau-pulau lain akan menyusul. Maka pertanyaannya bukan hanya soal “bisa dikembalikan atau tidak?”, tetapi siapa yang benar-benar bersedia memperjuangkannya?

Jangan Biarkan Aceh Dihapus Secara Diam-diam

Aceh hari ini menghadapi tantangan yang sangat nyata. Bukan perang senjata, bukan pemberontakan, tapi penghilangan perlahan identitas dan wilayah melalui proses hukum yang tak disadari. Dan ketika itu terjadi, bukan pusat yang salah sendiri—tapi kita yang diam, sibuk dengan urusan sendiri, dan gagal membangun satu kekuatan politik yang disegani.

Empat pulau itu sekarang jadi cermin. Apakah Aceh hari ini masih punya daya atau sudah menyerah?

Tags: Empat pulau milik Aceh

Berita Lainnya

Mengantar Ayah Menjemput Maut: Potret Buruk Pelayanan dan Hilangnya Empati di RSUZA
HEADLINE

Mengantar Ayah Menjemput Maut: Potret Buruk Pelayanan dan Hilangnya Empati di RSUZA

27 Juli 2026
Aceh (Mati) Menganggur di Lumbung Minyak, Gas, Emas dan Batubara
HEADLINE

Aceh (Mati) Menganggur di Lumbung Minyak, Gas, Emas dan Batubara

23 Juli 2026
Momentum Hari Anak Nasional Untuk Memperkuat Sistem Perlindungan Anak yang Berkeadilan
Opini

Momentum Hari Anak Nasional Untuk Memperkuat Sistem Perlindungan Anak yang Berkeadilan

22 Juli 2026
Antre Solar, Antre Keadilan di Barat Selatan Aceh
Opini

Antre Solar, Antre Keadilan di Barat Selatan Aceh

3 Juni 2026
Ketika Diskon Mengalahkan Lailatul Qadar
Opini

Ketika Diskon Mengalahkan Lailatul Qadar

17 Maret 2026
Berani Jujur di Tengah Badai: Menag Nasaruddin dan Wajah Baru Pejabat Negara
Opini

Berani Jujur di Tengah Badai: Menag Nasaruddin dan Wajah Baru Pejabat Negara

26 Februari 2026
  • Trending
Sebambu Lokan Sungai Krueng Tujoh Sejuta Harapan

Sebambu Lokan Sungai Krueng Tujoh Sejuta Harapan

3 Agustus 2026
Warga Meureubo Keluhkan Dugaan Pencemaran Sungai Krueng Tujoh Akibat Aktivitas Tambang

Warga Meureubo Keluhkan Dugaan Pencemaran Sungai Krueng Tujoh Akibat Aktivitas Tambang

2 Agustus 2026
Kunjungan Kak Na ke Simeulue Disambut Antusias, Warga Salur Latun Titipkan Tiga Harapan

Kunjungan Kak Na ke Simeulue Disambut Antusias, Warga Salur Latun Titipkan Tiga Harapan

4 Agustus 2026
Warga Soroti Dugaan Pencemaran Sungai Krueng Tujoh, Desak DLH Jangan Tutup Mata

Warga Soroti Dugaan Pencemaran Sungai Krueng Tujoh, Desak DLH Jangan Tutup Mata

3 Agustus 2026

Berita Terkini

Kapolres Aceh Barat dan Kemenag Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas dan Kerukunan Umat Beragama

Kapolres Aceh Barat dan Kemenag Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas dan Kerukunan Umat Beragama

7 Agustus 2026
Kapolrestabes Medan Janji Atensi Laporan Wartawan yang Mandek Setahun Lebih

Kapolrestabes Medan Janji Atensi Laporan Wartawan yang Mandek Setahun Lebih

7 Agustus 2026
Sekda Aceh: Dana Dari Kementan Rp2,5 Triliun untuk Pemulihan Bencana, Pemprov Kelola Rp9,7 Miliar

Sekda Aceh: Dana Dari Kementan Rp2,5 Triliun untuk Pemulihan Bencana, Pemprov Kelola Rp9,7 Miliar

7 Agustus 2026
Kemnaker Sesuaikan Regulasi Ketenagakerjaan Hadapi Dinamika Dunia Kerja

Kemnaker Sesuaikan Regulasi Ketenagakerjaan Hadapi Dinamika Dunia Kerja

7 Agustus 2026
TubinNews

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2023-2026 - Tubinnews.com

No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Daerah
    • Aceh
      • Banda Aceh
      • Aceh Barat
      • Langsa
      • Aceh Tenggara
      • Simeulue
      • Aceh Singkil
    • Sumatera Utara
    • Sumatera Selatan
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Wisata
    • Kuliner
    • Gaming
    • Movie
  • Olahraga
  • Politik
  • Parlemen
  • Hukrim
    • Hukum
    • Kriminal
  • Ekobis
    • Ekonomi
    • Bisnis
  • Opini