Deli Serdang | TubinNews.com – Seorang pria bernama Doni alias Doni Pake (40) tewas ditembak di Jalan Dusun 4, Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Minggu (18/10) malam.
Korban merupakan warga Kelurahan Tanjung Morawa Pekan, Kecamatan Tanjung Morawa. Ia meninggal dunia di lokasi setelah peluru mengenai bagian lehernya.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 22.00 WIB. Saat kejadian, Doni berada di dalam mobil Toyota Yaris putih bersama empat orang rekannya.
Setelah penembakan, mobil yang dikendarai korban kehilangan kendali. Kendaraan itu kemudian menabrak sepeda motor dan tempat usaha milik warga.
Informasi awal menyebut pelaku menembak korban saat mengendarai sepeda motor. Namun, polisi masih menyelidiki kronologi dan motif kejadian tersebut.
Kapolsek Tanjung Morawa, AKP Jonni H. Damanik, mengatakan penyidik masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Sedang olah TKP, untuk korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk diautopsi,” kata Jonni.
Keluarga Sebut Ada Korban Lain
Insiden penembakan tersebut menjadi perhatian setelah keluarga korban mengunggah informasi dan video terkait kejadian itu melalui media sosial.
Dalam unggahan akun Fitria Ulpaa, keluarga menyebut terdapat tiga orang yang terkena tembakan. Salah satunya adalah Doni yang meninggal dunia.
Keluarga juga menyampaikan dugaan bahwa insiden tersebut berkaitan dengan aksi premanisme yang sebelumnya meresahkan warga di Tanjung Morawa. Namun, informasi mengenai jumlah korban lain dan dugaan motif tersebut masih memerlukan konfirmasi dari kepolisian.
Video yang beredar memperlihatkan seorang pria bertelanjang dada dengan rompi terbuka berteriak meminta keadilan di area instalasi gawat darurat (IGD). Sejumlah warga, keluarga, dan petugas kepolisian tampak berada di lokasi.
Dalam unggahan tersebut, keluarga meminta aparat mengusut tuntas penembakan dan menegakkan hukum tanpa pandang bulu.
“Untuk Bapak Polda Sumut, Polsek Tanjung Morawa tolong diusut tuntas karena ini bukan kali pertama. Hukum harus ditegakkan, jangan tumpul ke atas tajam ke bawah,” tulis Fitria Ulpaa.
Hingga berita ini ditulis, polisi masih menyelidiki kasus tersebut. Motif penembakan, identitas pelaku, serta keterangan mengenai korban lain belum terkonfirmasi secara resmi.






