Aceh Besar | TubinNews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar memperkuat pengendalian inflasi dengan memantau harga dan ketersediaan bahan pokok. Upaya ini dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara virtual, Senin (19/10).
Jajaran Pemkab Aceh Besar bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mengikuti rapat tersebut dari Ruang Sanusi Wahab, Kantor Bupati Aceh Besar, Kota Jantho.
Dalam rakor tersebut, Kemendagri menekankan pentingnya kerja sama antardaerah untuk menjaga stabilitas harga pangan. Pemerintah daerah juga perlu memantau komoditas yang rentan mengalami kenaikan harga, seperti beras, cabai merah, bawang merah, dan minyak goreng.
Kemendagri turut mendorong pemerintah daerah mengoptimalkan langkah pengendalian inflasi sesuai kondisi wilayah masing-masing.
Asisten II Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Besar, H.M. Ali, mengatakan TPID terus memantau pergerakan harga di pasar tradisional. Tim tersebut juga menjalankan sejumlah langkah untuk menjaga pasokan dan daya beli masyarakat.
Upaya itu mencakup pelaksanaan pasar murah, kerja sama pasokan dengan daerah penghasil melalui Kerja Sama Antar Daerah (KAD), serta pemantauan stok bahan pokok secara berkala.
“Kami terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar. Langkah ini penting agar kami dapat mengantisipasi potensi kenaikan harga sejak dini,” ujarnya.
Ali menegaskan, pemerintah daerah akan melanjutkan langkah antisipasi dan intervensi pasar sesuai kebutuhan.
“Langkah antisipatif dan intervensi pasar akan terus kita lakukan secara terukur. Sesuai arahan Kemendagri, stabilitas pasokan dan keterjangkauan harga bahan pokok bagi masyarakat Kabupaten Aceh Besar menjadi prioritas utama kita,” jelasnya.
Pemkab Aceh Besar juga berupaya memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah penghasil untuk menjaga kelancaran pasokan pangan.
“Kami berharap koordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah penghasil dapat menjaga pasokan tetap lancar serta harga bahan pokok tetap terjangkau bagi masyarakat Aceh Besar,” pungkas Ali.






