Peristiwa

Dahnil Ginting Kecewa , 40 Santri Ponpes Mazilah Diduga Keracunan di Acara Hari Santri Pemkab ‎

×

Dahnil Ginting Kecewa , 40 Santri Ponpes Mazilah Diduga Keracunan di Acara Hari Santri Pemkab ‎

Sebarkan artikel ini

‎Deli Serdang| Kader Partai Gerindra, Dahnil Ginting mengaku kecewa terhadap Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, buntut dugaan keracunan massal yang dialami 40 santri Pondok Pesantren Mazilah Darussalam.

‎Peristiwa itu terjadi usai para santri menyantap makanan dari kegiatan Hari Santri Nasional yang digelar di Alun-alun Pemkab Deli Serdang, Kamis (22/10/2026).

‎Kekecewaan itu disampaikan Dahnil saat mendampingi Pimpinan Ponpes Mazilah Darussalam, Ustadz Dahrul, di RS Haji Medan, Sabtu (23/10/2026), tempat puluhan santri dirawat.

‎Dahnil menilai, panitia pelaksana dari Bagian Kesra Pemkab Deli Serdang tidak profesional dalam menyediakan konsumsi bagi peserta Hari Santri.

‎Menurut keterangan Ustadz Dahrul, saat itu ada empat jenis makanan yang dibagikan. Satu diantaranya diduga menjadi pemicu keracunan.

‎”Ada empat jenis. Nasi kotak lauk daging, nasi bungkus lauk ayam, nasi bungkus lauk ikan nila yang masih bagus, dan nasi bungkus lauk ikan nila yang sudah bau lendir. Itulah yang dapat jatahnya ke kami,” ujar Ustadz Dahrul.

‎Para santri, kata Ustadz Dahrul, tidak makan di tempat lain. Pagi sarapan di pesantren dan siang hanya makan dari panitia Kesra.

‎”Jam enam sarapan di pesantren langsung berangkat. Makan siang hanya yang disediakan Kesra. Setelah positif tahu sumbernya, ternyata ada empat pesantren yang keracunan, cuman yang paling banyak di kami,” jelasnya.

‎Dahnil Ginting mengatakan, kejadian ini harus menjadi evaluasi serius bagi Pemkab Deli Serdang. Ia meminta Pemkab, khususnya Kesra selaku panitia, bertanggung jawab penuh atas keselamatan dan biaya perawatan para santri.

‎”Pihak Kesra sudah datang dan minta maaf. Kita hanya minta tanggung jawab Kesra Pemkab Deli Serdang selaku panitia,” tegas Ustadz Dahrul yang diamini Dahnil Ginting.

Baca Juga :  Kapolda Aceh Pantau Situasi Perairan untuk Antisipasi Kedatangan Rohingya

‎Saat ini, puluhan santri telah dipusatkan di RS Haji Medan untuk mendapatkan penanganan lebih intensif. Sebelumnya, para santri sempat dirawat di Klinik Utama Sufi Sehat Saentis.

Humas Klinik Utama Sufi Sehat, Ir. Hj. Sri Astuti menjelaskan, pihaknya menerima hampir 27 orang pasien keracunan.

‎”Pagi tadi masuknya pasien ke klinik kami yang lebih kurang hampir 27 orang ya. Sebagian rawat jalan sebagian rawat inap,” ujar Sri Astuti.

‎Pihak klinik, kata dia, telah memberikan pelayanan maksimal sesuai kemampuan. Para pasien bahkan ditempatkan dalam satu kamar karena tidak mau berpisah. Kondisi pasien hingga tadi pagi dalam keadaan baik.

‎”Cuma ada kendala sedikit tadi malam ada lima orang itu yang minta buka infus jadi dibuka, tadi pagi belum dipasang lagi,” jelasnya.

‎Menurut Sri Astuti, pemindahan ke RS Haji Medan dilakukan atas inisiatif dan bantuan dari anggota DPR dari Partai Gerindra, Dahnil Ginting.

‎”Tiba-tiba saya tadi terima informasi dibawa oleh Pak Daniel (Dahnil Ginting) sebagai anggota DPR. Kami merasa syukur ada kebijakan dari Bapak anggota DPR, karena pelayanan di klinik mungkin tidak semaksimal di Rumah Sakit Haji,” ucapnya.

‎Ia pun mengucapkan terima kasih kepada Dahnil Ginting dan Direktur RS Haji Medan, dr. Yulinda Elvi Nasution yang telah peduli dan siap menampung puluhan santri tersebut.

‎”Mohon maaf apabila ada pelayanan kami yang kurang baik tapi itulah kemampuan kami semaksimal mungkin. Jadi pasien kami tadi pagi dalam kondisi yang baik-baik saja,” tutupnya.

‎Sementara itu, Direktur Utama RS Haji Medan, dr. Yulinda Elvi Nasution yang terlihat mendampingi langsung para pasien di ruang perawatan, memastikan RS Haji Medan siap memberikan penanganan terbaik bagi seluruh santri yang diduga keracunan tersebut. Seluruh pasien saat ini telah mendapatkan infus dan observasi intensif dan kondisinya stabil.

Baca Juga :  Perjuangan Ayat Suci Mengikuti Tes Tamtama Polri Memakai Sepatu Koyak

‎Dengan dipusatkannya di RS Haji Medan, diharapkan penanganan bisa lebih maksimal karena fasilitas dan peralatan medis yang lebih lengkap.

‎Hingga kini Pemkab Deli Serdang belum ada memberikan keterangan terkait keluhan puluhan para santri dan santriwati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *