Medan | TubinNews.com – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kembali terjadi di wilayah hukum Polsek Medan Tembung. Kali ini, satu unit sepeda motor milik warga raib dari teras rumah saat waktu berbuka puasa, Sabtu (7/3/2026).
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Medan–Batang Kuis, Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Sei Tuan, yang termasuk wilayah Tembung. Dalam kejadian itu, satu unit Honda Beat warna merah hitam dengan nomor polisi BK 6346 MBJ dilaporkan hilang.
Berdasarkan keterangan keluarga korban, gerak-gerik mencurigakan sempat terpantau melalui kamera CCTV rumah. Adik korban yang memantau kamera melihat seseorang berada di sekitar lokasi dan dicurigai tengah mengamati kondisi sekitar.
Mengetahui hal tersebut, adik ipar korban langsung keluar rumah untuk memastikan situasi di luar. Namun saat diperiksa, orang yang dicurigai tersebut sudah tidak terlihat di sekitar rumah.
Beberapa menit kemudian, dua orang pelaku yang diduga telah mengintai sebelumnya dengan cepat melancarkan aksinya dan membawa kabur sepeda motor yang terparkir di teras rumah.
Sepeda motor yang dicuri diketahui terdaftar atas nama Fahrunnisa Sinaga.
Korban bersama suaminya berencana membuat laporan resmi ke Polsek Medan Tembung pada Minggu pagi (8/3/2026) dengan melengkapi seluruh data terkait kejadian tersebut.
Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Pejuang Reformasi Sumatera Utara (GEMPAR Sumut), Fajar Rivana Sinaga, mengatakan pihaknya akan terus memantau proses laporan korban.
“Kami berharap Kapolsek Medan Tembung dapat bergerak cepat mengungkap pelaku dan membongkar sindikat curanmor yang meresahkan masyarakat, sehingga kepercayaan publik terhadap penegakan hukum dapat kembali pulih,” ujarnya.
Pihak keluarga juga berharap masyarakat yang melihat atau mengetahui keberadaan Honda Beat merah hitam BK 6346 MBJ tersebut dapat segera memberikan informasi.
Belakangan ini, aksi curanmor di kawasan Tembung disebut semakin meresahkan warga. Bahkan beberapa kejadian terjadi pada waktu berbuka puasa ketika banyak warga sedang berada di dalam rumah.
Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat menilai situasi keamanan di wilayah tersebut semakin mengkhawatirkan.
















