Deli Serdang | Tubinnews.com —Suasana rapat pembangunan Koperasi Merah Putih di Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Percut Sei Tuan, memanas setelah ribuan warga secara terbuka mengungkapkan kekecewaan terhadap kepemimpinan Kepala Desa, Adi Kustiono Pada Jumat 27 Maret 2026.
Musyawarah yang seharusnya menjadi wadah menyatukan aspirasi justru berubah menjadi ajang penyampaian keluhan. Warga menilai selama hampir tiga tahun masa kepemimpinan, kurangnya keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan menjadi akar persoalan.
Salah satu warga dengan tegas menyampaikan bahwa masyarakat selama ini memilih diam meski banyak janji yang tidak terealisasi.

“Masyarakat jangan diganggu, kami tidak pernah banyak menuntut. Bahkan untuk pelayanan administrasi saja kami tetap bayar, padahal katanya gratis,” keluhnya di tengah forum.
Keluhan lain juga menyoroti perubahan pola kepemimpinan yang dianggap tidak lagi mengedepankan musyawarah seperti yang dilakukan generasi sebelumnya. Warga menilai keputusan pembangunan kerap diambil tanpa melibatkan masyarakat secara luas.
Tak hanya itu, sejumlah perwakilan warga juga menuding adanya sikap arogan serta intervensi terhadap masyarakat yang menyampaikan kritik. Mereka mengaku kerap dicap sebagai provokator saat menyuarakan aspirasi.

Rapat lanjutan yang digelar di aula desa pun belum menghasilkan titik temu. Hingga kini, polemik terkait rencana pembangunan Koperasi Merah Putih masih menemui jalan buntu, terutama terkait lokasi pembangunan di lapangan sepak bola yang mendapat penolakan dari warga.
Sementara itu, pihak kecamatan melalui perwakilan Sekretaris Camat Percut Sei Tuan, Andriani Zahara Nasution, mengajak seluruh pihak untuk menahan diri dan mencari solusi bersama.
“Mari kita dukung program pemerintah dan cari solusi bersama, apa penyebab penolakan ini,” ujarnya.
Dukungan terhadap program nasional juga disampaikan oleh Bupati Deli Serdang, Asriluddin Tambunan. Ia menegaskan bahwa program pemerintah pusat harus dapat berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat di daerah.

“Program ini merupakan bagian dari agenda nasional, mari kita cari solusi terbaik agar bisa berjalan bersama masyarakat,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keputusan final terkait kelanjutan pembangunan Koperasi Merah Putih. Konflik antara warga dan pemerintah desa pun masih terus bergulir, menunggu solusi yang dapat diterima semua pihak.















