LUBUK PAKAM | TUBINNEWS.COM – Deli Serdang akan menjadi tuan rumah Olimpiade Sains 2026. Olimpiade bertajuk, “Deli Serdang Science Olimpiad 2026” yang diselenggarakan oleh Yayasan Rumah Inspirasi Health & Education tersebut rencananya akan digelar, pada 19 April 2026 mendatang.
Olimpiade yang bertujuan untuk mendorong peningkatan literasi dan prestasi sains generasi muda tersebut rencananya juga akan diikuti sekitar 3.000 peserta, terdiri dari jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), mahasiswa, hingga guru.
Pelaksanaannya sendiri akan berlangsung selama satu hari penuh dengan berbagai cabang kompetisi sains.
Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan menegaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang mendukung penuh pelaksanaan kegiatan yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Kegiatan (olimpiade) seperti ini sejalan dengan visi kami mewujudkan Deli Serdang yang sehat dan cerdas. Kita ingin anak-anak kita tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki daya saing dan rasa percaya diri untuk berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi,” ujar Bupati ketika menerima audiensi Yayasan Rumah Inspirasi Health & Education di Ruang Rapat, Lantai II, Kantor Bupati Deli Serdang, Senin (2/3/2026).
Bupati juga menilai, olimpiade bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi menjadi ruang pembinaan dan seleksi menuju kompetisi yang lebih tinggi. Selain itu, olimpiade tersebut membuka peluang terbangunnya jejaring antarsekolah se-Sumatera Utara, khususnya di Kabupaten Deli Serdang.
Perwakilan Yayasan Rumah Inspirasi Health & Education, dr Sake Juli Martina memaparkan, pelaksanaan Deli Serdang Science Olympiad 2026 diproyeksikan akan memberi dampak positif, mulai dari penguatan branding daerah sebagai pusat kegiatan akademik, peningkatan eksposur media dan publikasi, relasi antarsekolah, hingga potensi peningkatan citra sekolah-sekolah di Deli Serdang.
Tidak hanya itu, Olimpiade Sains tersebut juga berpotensi memberikan dampak ekonomi melalui pelibatan bazar dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Dia berharap target 3.000 peserta bisa tercapai dan pelaksanaannya berjalan sukses serta berkelanjutan di tahun-tahun mendatang.
Dijelaskan pula, pelaksanaan olimpiade dilatarbelakangi oleh rendahnya minat kompetisi akademik berbasis sains di daerah, minimnya wadah prestasi tingkat regional yang terstruktur, serta pentingnya meningkatkan literasi sains sejak dini. Selain itu, diperlukan kolaborasi kuat antara yayasan, sekolah, dan pemerintah untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang kompetitif dan berkelanjutan.
“Kami inginnya kegiatan ini terus berlanjut. Namun, itu semua bergantung pada pelaksanaan perdana di April mendatang,” pungkasnya









