Aceh Utara | TubinNews.com – Seminggu menjelang Hari Raya Idul Fitri, suasana yang biasanya dipenuhi persiapan Lebaran tidak lagi dirasakan oleh sebagian warga di Desa Meunasah Blang, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.
“Banjir yang melanda membuat saya dan keluarga serta sejumlah orang lainnya merasa harus meninggalkan rumah dan tinggal di tenda pengungsian,” ujar salah satu warga Desa Meunasah Blang, Suryani saat diwawancarai Selasa (12/03/2026).
Alih-alih memikirkan pakaian baru atau hidangan khas Lebaran, Suryani kini hanya berusaha menjalani hari-hari di pengungsian dengan segala keterbatasan. Rumah yang sebelumnya menjadi tempat berkumpul keluarga tidak lagi dapat ditempati setelah diterjang banjir.
“Sekarang kami masih tinggal di tenda. Untuk makan juga seadanya karena sudah tidak ada lagi pencarian. Kadang berbuka hanya dengan teh yang beberapa hari lalu dibagikan di jalan,” ucapnya.
Menurutnya banjir tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga menghentikan aktivitas mencari nafkah. Kondisi itu membuat banyak keluarga di pengungsian bergantung pada bantuan yang datang dari berbagai pihak.
“Sampai sekarang saya masih belum bisa kembali bekerja seperti biasa. Harapan satu-satunya yah bantuan dari donatur atau pemerintah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” jelas Suryani.
Menjelang Idul Fitri, Suryani mengaku tidak lagi memikirkan perayaan seperti tahun-tahun sebelumnya. Baginya, yang terpenting saat ini adalah keluarganya dapat bertahan dan tetap memiliki makanan untuk berbuka dan sahur.
“Pencarian kami belum ada sampai sekarang. Kami dengar katanya ada bantuan dari bupati, tapi sampai hari ini belum terlihat,” ujarnya.
Suryani berharap bantuan logistik, terutama makanan, masih terus diberikan kepada warga yang masih bertahan di pengungsian.
“Lebaran tahun ini kemungkinan besar di tenda pengungsian. Kita hanya bisa berharap keadaan segera membaik dan suatu hari dapat kembali memiliki tempat tinggal yang,” tuturnya menyudahi.















