Aceh Barat | TubinNews.com — Pemerintah Kabupaten Aceh Barat membahas secara serius penanganan stunting, kemiskinan, dan inflasi melalui rapat koordinasi lintas sektor yang digelar di Aula Bappeda Aceh Barat. Pertemuan ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk menekan tiga persoalan utama yang masih menjadi tantangan pembangunan daerah.
Rapat tersebut dibuka oleh Bupati Aceh Barat yang diwakili Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah, Dr. Kurdi, dan dihadiri seluruh unsur pemangku kepentingan di Aceh Barat. Pemerintah berharap melalui kolaborasi lintas sektor, capaian stunting, kemiskinan, dan inflasi dapat menurun signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Harapan kita kemiskinan yang saat ini berada di 15 sekian persen bisa turun di tahun ini sekitar dua persen, kemudian inflasi bisa terjaga disasaran nasional yaitu tetap di sekitar 2,5 persen. Pada Desember lalu posisi inflasi kita Year on Year nya adalah 5,5 sekian persen,” kata Kurdi.
Selain kemiskinan dan inflasi, isu stunting juga menjadi perhatian utama. Kurdi menyebutkan bahwa pada tahun 2025 angka stunting di Aceh Barat masih berada di kisaran 33 persen. Namun pada tahun ini, angka tersebut telah mengalami penurunan menjadi 25,8 persen, meski masih berada di atas rata-rata nasional.
“Harapan kita bisa turun lima persen untuk stunting, seluruh stakeholder yang ada seperti Dinas pangan, Kesehatan, DP3AKB, PUPR, Perkim, DKP, Dinsos, ekonomi dan sebagainya berkumpul hari ini untuk mengintervensi secara terintegrasi dan terpadu demi percepatan penurunan tiga sasaran itu,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menegaskan bahwa penanganan stunting, kemiskinan, dan inflasi tidak dapat dilakukan secara sektoral. Diperlukan intervensi terpadu dan berkelanjutan agar target penurunan ketiga indikator tersebut dapat tercapai secara optimal.
















