Sabang | TubinNews.com — Cuaca buruk yang melanda perairan Sabang menyebabkan kapal pengangkut LPG tidak dapat berlayar dari Pelabuhan Lampulo, Banda Aceh, menuju Pulau Sabang, Kamis (8/1/2026). Kondisi tersebut berdampak langsung pada terhambatnya distribusi LPG ke wilayah Sabang dan sekitarnya.
Cuaca laut yang tidak bersahabat, disertai gelombang tinggi, membuat kapal pengangkut LPG terpaksa menunda pelayaran demi keselamatan. Akibatnya, ketersediaan gas LPG di Sabang berpotensi terganggu karena pasokan tidak dapat dikirim sesuai jadwal.
Agen LPG Pertamina wilayah Sabang, Munazar Ismail, yang akrab disapa Cicik, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan uji berlayar sebanyak dua kali, namun keduanya gagal karena kondisi laut yang berisiko tinggi.
“Kami dari pihak agen wilayah Sabang, sudah mencoba sebanyak dua kali menerobos lautan menuju Sabang, tapi gagal, sangat berisiko berlayar dengan keadaan gelombang tinggi demikian, akibatnya kapal terpaksa harus kembali ke Pelabuhan Lampulo, kami mohon maaf keadaan ini menyebabkan distribusi LPG ke Sabang terhambat,” ujar Munazar.
Cicik mengakui, tertundanya pelayaran kapal pengangkut LPG tentu berdampak pada distribusi gas kepada masyarakat. Namun, menurutnya, keselamatan awak kapal dan muatan menjadi pertimbangan utama yang tidak bisa diabaikan.
“Keselamatan awak kapal dan muatan juga menjadi prioritas kami, sehingga keputusan untuk kembali ke Pelabuhan Lampulo kami ambil demi keselamatan bersama,” katanya.
Meski dua kali gagal berlayar, Cicik memastikan pihaknya terus memantau perkembangan cuaca. Jika kondisi laut mulai membaik, kapal pengangkut LPG akan segera diberangkatkan menuju Sabang.
“Kami terus memantau kondisi cuaca, jika kondisi membaik kami langsung berupaya melakukan distribusi LPG ke Sabang secepatnya,” tambahnya.
Sebagai informasi, kapal pengangkut LPG tersebut telah memuat 1.120 tabung LPG 3 kilogram, 75 tabung LPG 5,5 kilogram, serta 75 tabung LPG 12 kilogram yang diperuntukkan bagi kebutuhan masyarakat Sabang.
















