Rabu, 4 Februari 2026
TubinNews
Advertisement
  • Home
  • News
  • Internasional
  • Nasional
  • Pemerintahan
    • Kejaksaan
    • TNI-POLRI
  • Daerah
    • Aceh
    • SUMATERA UTARA
    • Sumatera Selatan
    • Banda Aceh
    • Langsa
    • Aceh Barat
    • Aceh Tenggara
    • SIMEULUE
    • SINGKIL
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Wisata
    • Kuliner
    • Gaming
    • Movie
  • Olahraga
  • Politik
  • Parlemen
  • Pendidikan
  • Hukrim
    • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
    • Ekonomi
    • Bisnis
  • Opini
  • Religi
  • Sosial
  • Serba-Serbi
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Internasional
  • Nasional
  • Pemerintahan
    • Kejaksaan
    • TNI-POLRI
  • Daerah
    • Aceh
    • SUMATERA UTARA
    • Sumatera Selatan
    • Banda Aceh
    • Langsa
    • Aceh Barat
    • Aceh Tenggara
    • SIMEULUE
    • SINGKIL
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Wisata
    • Kuliner
    • Gaming
    • Movie
  • Olahraga
  • Politik
  • Parlemen
  • Pendidikan
  • Hukrim
    • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
    • Ekonomi
    • Bisnis
  • Opini
  • Religi
  • Sosial
  • Serba-Serbi
No Result
View All Result
TubinNews
No Result
View All Result
Home Serba-Serbi

‎IKAPALA Aceh Kecam Pengerahan Pasukan Gajah untuk Membersihkan Sisa Banjir di Pidie Jaya

Agus Fernanda Anis: Gajah Bukan Relawan, Mereka Satwa Dilindungi, Bukan Alat Berat

Redaksi by Redaksi
10 Desember 2025
‎IKAPALA Aceh Kecam Pengerahan Pasukan Gajah untuk Membersihkan Sisa Banjir di Pidie Jaya
Bagikan ke FBBagikan ke WABagikan ke Twitter

Banda Aceh | TubinNews.com — Ikatan Pecinta Alam (IKAPALA) Aceh menyampaikan kecaman atas pengerahan pasukan gajah dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Saree untuk membantu pembersihan sisa banjir di Pidie Jaya. Tindakan ini dinilai tidak hanya keliru secara moral, tetapi juga bertentangan dengan prinsip konservasi satwa liar.

‎Ketua Ikapala Aceh, Agus Fernanda Anis, menegaskan bahwa gajah Sumatera adalah satwa yang dilindungi secara hukum dan secara ekologis sedang berada dalam keadaan terancam.

BeritaTerkait

WhatsApp-Image-2026-01-30-at-22.02.50-120x86 ‎IKAPALA Aceh Kecam Pengerahan Pasukan Gajah untuk Membersihkan Sisa Banjir di Pidie Jaya

Harga Emas Naik, Mahar Adat Aceh Tetap Bernilai Filosofis

30 Januari 2026
IMG-20260124-WA0044-1-120x86 ‎IKAPALA Aceh Kecam Pengerahan Pasukan Gajah untuk Membersihkan Sisa Banjir di Pidie Jaya

Upgrading Kinerja Pengurus, Fomaba Meulaboh Gelar Rapat Tahunan

24 Januari 2026
ilustrasi-menikah-120x86 ‎IKAPALA Aceh Kecam Pengerahan Pasukan Gajah untuk Membersihkan Sisa Banjir di Pidie Jaya

Biaya Nikah di Masjid Raya Baiturrahman Ternyata Cuma Rp 1 Juta

21 Januari 2026

‎“Gajah bukan relawan kemanusiaan. Mereka satwa liar yang harus dilindungi dan dipulihkan habitatnya, bukan digunakan sebagai alat untuk membersihkan puing banjir,” ujar Agus.

‎Ikapala Aceh menilai pengerahan gajah dalam respons pascabencana sebagai bentuk paradoks kebijakan lingkungan di Aceh. Menurut Agus, banjir yang terjadi justru merupakan akibat langsung dari rusaknya habitat gajah mulai dari perambahan hutan hingga konversi kawasan hutan menjadi perkebunan dan permukiman.

‎“Ini ironi yang menyedihkan. Hutan yang menjadi rumah mereka dirusak manusia, lalu ketika dampaknya kembali kepada kita, gajah yang menjadi salah satu korban utama malah disuruh membantu membersihkan sisa kerusakan,” tegas Agus.

‎Ikapala menekankan bahwa kapasitas penanganan pascabencana tidak boleh dibebankan kepada satwa liar. Selain tidak sesuai dengan prinsip kesejahteraan satwa, hal ini juga dapat menimbulkan risiko bagi gajah, pawang, dan masyarakat.

Agus mengingatkan bahwa pemerintah memiliki berbagai teknologi dan mesin yang memang dirancang untuk pembersihan pascabencana seperti ekskavator, loader, water jet, truk dump, hingga vacuum truck.

Baca Juga :  Jemaah Haji Kloter 03 KNO Ikuti Pemantapan Bimbingan Manasik Haji

‎“Kita punya mesin. Kita punya teknologi. Mengapa memilih membebankan tugas itu pada satwa yang justru seharusnya kita lindungi?” katanya.

‎IKAPALA Aceh mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait menghentikan penggunaan gajah dalam operasi pembersihan pascabencana. Mengembalikan gajah ke kawasan konservasi untuk mencegah stres dan gangguan pada perilaku alaminya, menguatkan penegakan hukum atas aktivitas perambahan hutan di wilayah kantong gajah, melakukan rehabilitasi habitat satwa pascabencana secara komprehensif.
‎
‎“Yang dibutuhkan Aceh bukan meminjam tenaga gajah, tetapi memperbaiki tata kelola hutan dan mengembalikan ruang hidup mereka,” pungkas Agus.

Tags: Banjir AcehGajah SumateraIKAPALA

Berita Lainnya

Harga Emas Naik, Mahar Adat Aceh Tetap Bernilai Filosofis
Serba-Serbi

Harga Emas Naik, Mahar Adat Aceh Tetap Bernilai Filosofis

30 Januari 2026
Upgrading Kinerja Pengurus, Fomaba Meulaboh Gelar Rapat Tahunan
Serba-Serbi

Upgrading Kinerja Pengurus, Fomaba Meulaboh Gelar Rapat Tahunan

24 Januari 2026
Biaya Nikah di Masjid Raya Baiturrahman Ternyata Cuma Rp 1 Juta
Serba-Serbi

Biaya Nikah di Masjid Raya Baiturrahman Ternyata Cuma Rp 1 Juta

21 Januari 2026
Pendaftaran Nikah di Masjid Raya Baiturrahman: Kuota Dibuka Per Tahun, Ini Dokumen yang Wajib Disiapkan
Serba-Serbi

Pendaftaran Nikah di Masjid Raya Baiturrahman: Kuota Dibuka Per Tahun, Ini Dokumen yang Wajib Disiapkan

21 Januari 2026
Warga Keluhkan Dugaan Pungli Saat Razia Kendaraan di Lambaro Aceh Besar
Serba-Serbi

Warga Keluhkan Dugaan Pungli Saat Razia Kendaraan di Lambaro Aceh Besar

19 Januari 2026
Sorotan Publik atas Proyek Simeulue: Antara Harapan Pembangunan dan Krisis Pengawasan
Serba-Serbi

Sorotan Publik atas Proyek Simeulue: Antara Harapan Pembangunan dan Krisis Pengawasan

13 Januari 2026
  • Trending
Pemuda Asal Simeulue Diduga Tewas Dianiaya Saat Istirahat di Masjid Agung Sibolga

Pemuda Asal Simeulue Diduga Tewas Dianiaya Saat Istirahat di Masjid Agung Sibolga

2 November 2025
Polres Simeulue Amankan Terduga Pelaku Pelecehan Anak di Bawah Umur

Polres Simeulue Amankan Terduga Pelaku Pelecehan Anak di Bawah Umur

21 Juni 2025
Seorang Pemuda Meloncat Dari Kapal Aceh Hebat, Keberangkatan Kapal Tertunda Beberapa Jam

Seorang Pemuda Meloncat Dari Kapal Aceh Hebat, Keberangkatan Kapal Tertunda Beberapa Jam

19 Oktober 2025
Pria di Simeulue Barat Bacok Tiga Warga, Diduga Alami Gangguan Pikiran

Pria di Simeulue Barat Bacok Tiga Warga, Diduga Alami Gangguan Pikiran

1 Juni 2025

Berita Terkini

Prabowo Siap Mundur dari Board of Peace Jika Tak Perjuangkan Kemerdekaan Palestina

Prabowo Tegur Keras Pemda Bali soal Sampah: Bagaimana turis mau datang ke situ lihat sampah

4 Februari 2026
Prabowo Siap Mundur dari Board of Peace Jika Tak Perjuangkan Kemerdekaan Palestina

Prabowo Siap Mundur dari Board of Peace Jika Tak Perjuangkan Kemerdekaan Palestina

4 Februari 2026
Administrasi Penghalang UHC di Tingkat Desa, Bupati Deli Serdang Diminta Turun dan Tindak

Administrasi Penghalang UHC di Tingkat Desa, Bupati Deli Serdang Diminta Turun dan Tindak

3 Februari 2026
Pemerintah Aceh Barat Gelar Rapat Pembahasan Hauling Bara 

Pemerintah Aceh Barat Gelar Rapat Pembahasan Hauling Bara 

3 Februari 2026
TubinNews

© 2025 TubinNews.com.

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • News
  • Internasional
  • Nasional
  • Pemerintahan
    • Kejaksaan
    • TNI-POLRI
  • Daerah
    • Aceh
      • Banda Aceh
      • Aceh Barat
      • Langsa
      • Aceh Tenggara
      • Simeulue
      • Aceh Singkil
    • Sumatera Utara
    • Sumatera Selatan
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Wisata
    • Kuliner
    • Gaming
    • Movie
  • Olahraga
  • Politik
  • Parlemen
  • Pendidikan
  • Hukrim
    • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
    • Ekonomi
    • Bisnis
  • Opini
  • Religi
  • Sosial