Bener Meriah | TubinNews.com – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,5 mengguncang Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Selasa (30/12) sekitar pukul 20.43 WIB. Guncangan dirasakan warga di sejumlah kecamatan dan membuat masyarakat memilih keluar rumah untuk berjaga-jaga.
Karina Putri, warga Desa Rembele, Kecamatan Bukit, mengatakan bahwa guncangan gempa yang terjadi terasa cukup kuat sehingga membuat warga waspada.
“Gempanya keras sekali, kami sampai tidak berani masuk ke dalam rumah,” ungkap karina kepada TubinNews, Rabu (31/12/2025).
Ia juga menambahkan bahwa sebagian warga masih bertahan di rumah sambil menunggu perkembangan situasi hingga malam hari ini.
“Kami masih di rumah, tapi sebagian warga sudah ada yang mengungsi. Kata BNPB, kalau gempa masih berlanjut sampai malam, baru kami diminta mengungsi,” pungkasnya.
Pasca guncangan gempa tersebut, Pemerintah setempat menetapkan sejumlah titik kumpul evakuasi. Penetapan titik evakuasi ini dilakukan sebagai langkah antisipasi menyusul meningkatnya aktivitas Gunung Bur Ni Telong yang statusnya resmi dinaikkan menjadi Level III (Siaga).
Adapun wilayah yang diarahkan ke pengungsian yaitu di Kecamatan Timang Gajah I, warga Desa Kenine, Fajar Harapan, Damarah Baru, Bandar Lampahan, Karang Jadi, dan Mude Benara diarahkan menuju Kampus USK II Lampahan serta SDN Simpang Layang.
Sementara itu, warga Kecamatan Timang Gajah II dari Desa Rembune, Pantan Dedingen, Bukit Mulie, Lampahan, Lampahan Timur, dan Lampahan Barat dievakuasi ke SMAN 3 Timang Gajah, MTs Blang Rangka, dan MIN Rangka.
Untuk Kecamatan Bukit, warga Desa Bale Atu, Hakim Tunggul, Naru, Bale Redelong, Rembele, dan Karang Rejo diarahkan menuju GOR Bener Meriah dan Pasar Pekan Simpang Tiga. Sedangkan di Kecamatan Wih Pesam, warga Desa Wonosobo, Burni Telong, Pante Raya, dan Wih Pesam dievakuasi ke sejumlah sekolah serta Lapangan Bola Blang Panas. Adapun warga Desa Lut Kucak, Simpang Balik, dan Bener Mulie diarahkan ke SD setempat dan Lapangan Bola Sukamakmur Induk.
Dalam edaran resminya, Pemkab Bener Meriah mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak panik, dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Evakuasi dilakukan sebagai langkah mitigasi terhadap potensi dampak aktivitas vulkanik Gunung Gunung Bur Ni Telong.
















