Banda Aceh | TubinNews.com – Aliansi Aceh Bergerak (AAB) menggelar aksi demonstrasi di Banda Aceh. Massa memulai gerak dari Stadion Haji Dimurthala, Lampineung, kemudian menuju Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA).
Hasil pantauan TubinNews, AAB merupakan gabungan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Banda Aceh, yakni Universitas Serambi Mekkah, STIES Banda Aceh, dan Universitas Al Washliyah Darussalam.
Koordinator Aksi AAB, Ali Hasyimi, mengatakan aksi tersebut bertujuan menyuarakan penderitaan warga terdampak banjir sekaligus mendesak DPRA meningkatkan tekanan kepada pemerintah pusat agar menetapkan Aceh sebagai daerah bencana nasional.
“Sudah satu bulan bencana melanda Aceh, tetapi kondisi belum benar-benar pulih. Karena itu, kami meminta legislatif dan eksekutif Aceh segera menyurati pemerintah pusat agar Aceh ditetapkan sebagai bencana nasional,” kata Ali dalam orasinya di depan Sekretariat DPRA
Ia menilai pemerintah pusat terlalu percaya diri mengklaim mampu menangani bencana di Aceh. Menurutnya, kondisi di lapangan justru menunjukkan sebaliknya. Pemerintah hanya memperpanjang status darurat bencana, yang dinilai justru memperpanjang penderitaan para korban.
“Ini bukan sekadar air mata para korban, tetapi menyangkut nyawa saudara-saudara kita,” ujarnya
Ketua BEM STIES Banda Aceh, Ferno, turut menyampaikan kondisi pengungsi yang sangat memprihatinkan. Ia menyebut banyak warga kekurangan makanan dan harus tidur di tenda bantuan tanpa alas tidur yang layak.
“Saya datang langsung ke lokasi bencana di Aceh Tamiang untuk menyalurkan donasi. Seorang bapak bertanya apakah ada kasur atau alas tidur. Dengan berat hati, saya harus menjawab tidak ada,” ungkapnya.
Menanggapi tuntutan massa, Anggota Komisi III DPRA, Hasballah, menyampaikan bahwa sejumlah anggota DPRA telah turun langsung ke lokasi bencana.
“Ini bencana kita bersama. Sebagian dari kami berada di sini untuk memantau dan menerima aspirasi, sementara rekan-rekan lain langsung membantu korban di lapangan,” jelasnya.
Dalam surat petisi yang dibawa massa, AAB mendesak DPRA segera menyurati pemerintah pusat agar menetapkan banjir di Aceh sebagai bencana nasional. Petisi tersebut ditandatangani oleh Anggota Komisi V DPRA Iskandar Ali, Anggota Komisi III DPRA Hasballah, serta Koordinator Aksi AAB, Ali Hasyimi.
“Kami tunggu tindak lanjut dari DPRA. Kami memberi waktu tiga kali dua puluh empat jam. Jika petisi ini tidak ditindaklanjuti, kami akan kembali dengan massa yang lebih besar,” tegas Ali.














