Kamis, 12 Maret 2026
TubinNews
  • Home
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Daerah
    • Aceh
    • SUMATERA UTARA
    • Sumatera Selatan
    • Banda Aceh
    • Langsa
    • Aceh Barat
    • Aceh Tenggara
    • SIMEULUE
    • SINGKIL
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Wisata
    • Kuliner
    • Gaming
    • Movie
  • Olahraga
  • Hukrim
    • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
    • Ekonomi
    • Bisnis
  • Opini
  • Serba-Serbi
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Nasional
  • Daerah
    • Aceh
    • SUMATERA UTARA
    • Sumatera Selatan
    • Banda Aceh
    • Langsa
    • Aceh Barat
    • Aceh Tenggara
    • SIMEULUE
    • SINGKIL
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Wisata
    • Kuliner
    • Gaming
    • Movie
  • Olahraga
  • Hukrim
    • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
    • Ekonomi
    • Bisnis
  • Opini
  • Serba-Serbi
No Result
View All Result
TubinNews
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Psikoedukasi Jadi Oksigen Baru untuk Guru SLB yang Kewalahan

Redaksi by Redaksi
24 Juni 2025
Psikoedukasi Jadi Oksigen Baru untuk Guru SLB yang Kewalahan

Ilustrasi: Youtuber Indonesia, Ria Ricis bersama anak SLB. / Foto: Istimewa.

Bagikan ke FBBagikan ke WABagikan ke Twitter

Tubinnews.com – Mengajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) bukan pekerjaan biasa. Tugas ini menuntut bukan hanya pengetahuan akademik, tapi juga kesabaran ekstra dan pemahaman mendalam tentang karakteristik anak berkebutuhan khusus (ABK).

Namun realitanya, banyak guru di SLB yang berlatar belakang non-Pendidikan Luar Biasa (non-PLB). Tanpa bekal akademik khusus, para guru ini rentan stres, frustrasi, bahkan mengalami burnout.

BeritaTerkait

IMG-20260307-WA0001-120x86 Psikoedukasi Jadi Oksigen Baru untuk Guru SLB yang Kewalahan

Marriage Edu-Fest di USK Ajak Mahasiswa Siap Mental dan Finansial Menuju Pernikahan

7 Maret 2026
WhatsApp-Image-2026-03-03-at-15.08.02-120x86 Psikoedukasi Jadi Oksigen Baru untuk Guru SLB yang Kewalahan

UIN Ar-Raniry Resmi Buka Penjaringan Calon Rektor 2026-2030

3 Maret 2026
WhatsApp-Image-2026-02-25-at-07.00.00-120x86 Psikoedukasi Jadi Oksigen Baru untuk Guru SLB yang Kewalahan

Akademisi: KDRT Jadi Faktor Turunnya Angka Pernikahan di Aceh

25 Februari 2026

Sebuah studi yang dilakukan Dwi Iramadhani, Putriani, Rahma Fazila, dan Entan Afrilia di wilayah Lhokseumawe dan Aceh Utara mengungkap sebanyak 43,7% guru non-PLB berada dalam kategori rendah dalam hal regulasi emosi.

Banyak dari mereka mengaku mudah marah, kehilangan kendali, bahkan pernah mencubit atau berteriak saat menghadapi siswa ABK yang sulit diatur.

Dalam penelitian berjudul “Psikoedukasi: Intervensi Untuk Memberikan Pemahaman Regulasi Emosi dan Strategi Adaptasi Guru SLB Aneuk Nanggroe Menghadapi Stres dan Frustrasi Akibat Kesulitan Dalam Menangani ABK“, yang dipublikasikan Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS, disebutkan regulasi emosi menjadi kunci dalam menghadapi tekanan mengajar di SLB.

Guru yang tidak mampu mengatur emosinya bukan hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga dapat berdampak negatif pada hubungan dengan siswa dan proses belajar. Karena itu, diperlukan intervensi yang menyentuh tiga lapisan: individu, kelompok, dan sistem sekolah.

Pada tingkat individu, psikoedukasi terbukti membantu guru mengenali dan mengelola stres. Teknik seperti mindfulness, pernapasan dalam, restrukturisasi kognitif dengan pendekatan CBT, hingga journaling reflektif bisa membantu menenangkan pikiran dan memahami respons emosional.

Baca Juga :  Rektor USK Lepas 291 Mahasiswa Outbound Pertukaran Mahasiswa Merdeka

Sementara itu, pada tingkat kelompok, dukungan sosial dari sesama guru menjadi penting. Diskusi sebaya, workshop bersama, hingga supervisi dengan psikolog pendidikan mampu menjadi ruang saling menguatkan. Studi sebelumnya menunjukkan rasa memiliki komunitas dan dukungan emosional sangat membantu guru dalam menghadapi tekanan harian di kelas.

Namun intervensi personal saja tak cukup jika tidak diiringi perbaikan pada level sistem. Sekolah perlu menyediakan pelatihan dasar PLB bagi guru non-PLB, memberikan ruang konseling, serta meninjau ulang beban kerja dan sistem apresiasi bagi tenaga pendidik. Tanpa perubahan sistemik, upaya individual bisa seperti menimba air di perahu bocor.

Program psikoedukasi yang dikembangkan dalam penelitian ini menjadi titik awal yang menjanjikan untuk membantu guru memahami emosi mereka dan mengubah pola respons terhadap tekanan.

SLB bukan hanya tempat untuk mendidik ABK, tetapi juga ruang bagi para guru untuk tumbuh dalam lingkungan yang mendukung. Karena kesejahteraan mental guru adalah fondasi dari pendidikan yang berkualitas dan berempati.

 

Catatan: Tulisan ini berdasarkan hasil penelitian “Psikoedukasi: Intervensi Untuk Memberikan Pemahaman Regulasi Emosi dan Strategi Adaptasi Guru SLB Aneuk Nanggroe Menghadapi Stres dan Frustrasi Akibat Kesulitan Dalam Menangani ABK”, yang telah dipublikasikan dalam Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS. Selengkapnya dapat dibaca di: https://journal.ppmi.web.id/index.php/JPKI2/article/view/1399.

Tags: Guru SLBPsikoedukasi

Berita Lainnya

Marriage Edu-Fest di USK Ajak Mahasiswa Siap Mental dan Finansial Menuju Pernikahan
Pendidikan

Marriage Edu-Fest di USK Ajak Mahasiswa Siap Mental dan Finansial Menuju Pernikahan

7 Maret 2026
Gerbang depan UIN Ar-Raniry Banda Aceh, (Dok. Humas UIN).
Pendidikan

UIN Ar-Raniry Resmi Buka Penjaringan Calon Rektor 2026-2030

3 Maret 2026
Akademisi: KDRT Jadi Faktor Turunnya Angka Pernikahan di Aceh
Pendidikan

Akademisi: KDRT Jadi Faktor Turunnya Angka Pernikahan di Aceh

25 Februari 2026
Naufal Maulana salah satu dari 300 peserta yang lulus menerima beasiswa Rusia 2026. (Dok. IG @sinopalkatanya)
Pendidikan

Alumni PTI UIN Ar-Raniry Raih Beasiswa Pemerintah Rusia 2026

13 Februari 2026
Bupati dan Wabup Resmikan Toilet SDN 101742 Hamparan Perak
Pendidikan

Bupati dan Wabup Resmikan Toilet SDN 101742 Hamparan Perak

13 Februari 2026
Pamplet SDN 3 Nibong Aceh Utara.
Pendidikan

Oknum Kepsek SDN 3 Nibong Diduga Gelapkan Beasiswa PIP, Wali Murid: Saya Minta Proses Hukum

10 Februari 2026
  • Trending
Pemuda Asal Simeulue Diduga Tewas Dianiaya Saat Istirahat di Masjid Agung Sibolga

Pemuda Asal Simeulue Diduga Tewas Dianiaya Saat Istirahat di Masjid Agung Sibolga

2 November 2025
Polres Simeulue Amankan Terduga Pelaku Pelecehan Anak di Bawah Umur

Polres Simeulue Amankan Terduga Pelaku Pelecehan Anak di Bawah Umur

21 Juni 2025
Seorang Pemuda Meloncat Dari Kapal Aceh Hebat, Keberangkatan Kapal Tertunda Beberapa Jam

Seorang Pemuda Meloncat Dari Kapal Aceh Hebat, Keberangkatan Kapal Tertunda Beberapa Jam

19 Oktober 2025
Warga Simeulue Ditemukan Bunuh Diri di Kediamannya

Warga Simeulue Ditemukan Bunuh Diri di Kediamannya

26 Februari 2026

Berita Terkini

Polda Sumut Gelar Pelatihan Kehumasan, Personel Belajar Teknik Hook Berita hingga Editing Video

Polda Sumut Gelar Pelatihan Kehumasan, Personel Belajar Teknik Hook Berita hingga Editing Video

12 Maret 2026
Pangdam I/BB Tutup TMMD Ke-127 TA 2026 di Simalungun

Pangdam I/BB Tutup TMMD Ke-127 TA 2026 di Simalungun

12 Maret 2026
Kemenko PM bersama Pemerintah Kota Banda Aceh saat memukul bedug tanda peluncuran pasar 1001 malam. (Dok/Ist)

Pasar 1001 Malam Diluncurkan sebagai Wadah Baru Penguatan Ekonomi Rakyat

12 Maret 2026
Ilustrasi uang. (Foto : ilustrasi dibuat menggunakan Gemini)

ASN Aceh Terima Uang Meugang Lebih Awal Jelang Idul Fitri

11 Maret 2026
TubinNews

© 2025 TubinNews.com.

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Internasional
  • Nasional
  • Pemerintahan
    • Kejaksaan
    • TNI-POLRI
  • Daerah
    • Aceh
      • Banda Aceh
      • Aceh Barat
      • Langsa
      • Aceh Tenggara
      • Simeulue
      • Aceh Singkil
    • Sumatera Utara
    • Sumatera Selatan
  • Lifestyle
    • Kesehatan
    • Lingkungan
    • Wisata
    • Kuliner
    • Gaming
    • Movie
  • Olahraga
  • Politik
  • Parlemen
  • Pendidikan
  • Hukrim
    • Hukum
    • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
    • Ekonomi
    • Bisnis
  • Opini
  • Religi
  • Sosial