Jakarta | TubinNews.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan satu pesawat untuk operasi modifikasi cuaca (OMC) dan satu helikopter untuk pengeboman air dari Kalimantan ke Jawa Timur. Langkah ini bertujuan memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di kawasan pegunungan yang sulit dijangkau petugas darat.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menjelaskan bahwa pengerahan tersebut bersifat sementara. BNPB menyesuaikan penempatan armada dengan kebutuhan operasi di Jawa Timur dan Kalimantan.
BNPB mengambil satu pesawat OMC dari Kalimantan Barat. Sementara itu, satu helikopter untuk water-bombing atau pengeboman air berasal dari Kalimantan Selatan.
“Pergeseran armada ini kami lakukan berdasarkan kebutuhan operasi di masing-masing wilayah. Kami mengoptimalkan dukungan udara agar penanganan karhutla di Jawa Timur berjalan lebih efektif,” kata Berton.
Menurut Berton, potensi awan hujan di Jawa Timur menjadi salah satu pertimbangan dalam mengoptimalkan dukungan pesawat. Sementara itu, helikopter pengebom air membantu petugas memadamkan api di lereng gunung yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Ia memastikan pergeseran armada tersebut tidak mengganggu penanganan karhutla di Kalimantan. BNPB tetap menyesuaikan kekuatan operasi dengan kondisi lapangan dan kebutuhan setiap wilayah.
Di Kalimantan Barat, Satuan Tugas Udara masih menyiagakan tiga pesawat pengebom air dari TNI dan empat pesawat dari BNPB. Untuk operasi modifikasi cuaca, BNPB menyiagakan satu pesawat.
Operasi Udara Tetap Berjalan di Kalimantan
BNPB juga melanjutkan operasi udara di Kalimantan Barat. Pada Jumat (23/10), petugas melaksanakan satu sorti operasi modifikasi cuaca dengan menyemai satu ton natrium klorida (NaCl).
Penyemaian berlangsung di atas sejumlah wilayah, antara lain Ketapang, Sekadau, Melawi, dan Sintang. Menurut laporan BNPB, operasi tersebut berhasil memicu hujan di beberapa wilayah Kalimantan Barat.
Sementara itu, tiga helikopter melakukan 79 kali pengeboman air. Operasi tersebut berhasil memadamkan api di lahan terdampak seluas lima hektare di Kabupaten Ketapang dan Landak.
BNPB juga menjalankan operasi modifikasi cuaca di Kalimantan Selatan. Petugas melakukan satu sorti penyemaian dengan satu ton NaCl di atas wilayah Kotabaru dan Tanah Bumbu.
Untuk pengeboman air, helikopter melakukan 137 kali penyiraman di sejumlah titik. BNPB memperkirakan operasi tersebut menjangkau lahan seluas sekitar tujuh hektare di Kabupaten Banjar, Tanah Laut, dan Barito Kuala.
Berton menegaskan bahwa BNPB akan menempatkan dan memanfaatkan armada udara sesuai kebutuhan operasi, kondisi lapangan, serta efektivitas penanganan karhutla.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar ikut mencegah kebakaran dengan menghindari aktivitas yang dapat memicu api.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah atau menyalakan api di kawasan hutan dan pegunungan. Peran masyarakat sangat penting dalam menjaga lingkungan dan mencegah meluasnya karhutla,” pungkas Berton.






