BisnisEkobis

BPDP dan BPI Gelar Pelatihan Teknis Budidaya Sawit Angkatan XXIII

×

BPDP dan BPI Gelar Pelatihan Teknis Budidaya Sawit Angkatan XXIII

Sebarkan artikel ini
Peserta Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit Tahun 2026 berdiskusi dalam sesi kelas, difasilitasi Best Planter Indonesia (BPI) dengan dukungan BPDP dan Ditjen Perkebunan. Sebanyak 145 peserta dari Aceh Timur mengikuti pelatihan 28 September-3 Oktober 2026 di Hotel Ayani dan Amel sebelum kunjungan lapangan ke Koperasi Produsen Perkebunan Berkat Bunga Damai di Cot Girek, Aceh Utara, Sabtu (3/10/2026). [Foto: Dok: Ist]

Aceh Utara | TubinNews.com — Sebanyak 145 peserta Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit mengunjungi Koperasi Produsen Perkebunan Berkat Bunga Damai di Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (3/10/2026). Kunjungan lapangan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan sumber daya manusia (SDM) perkebunan kelapa sawit di Aceh.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Best Planter Indonesia (BPI) sebagai bagian dari pelatihan yang berlangsung pada 28 September hingga 3 Oktober 2026 di Hotel Ayani dan Hotel Amel.

Direktur Operasional BPI, Friyandito, menjelaskan bahwa Koperasi Berkat Bunga Damai dipilih karena dinilai berhasil mengembangkan kebun sawit rakyat yang memenuhi standar keberlanjutan melalui sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

Melalui kunjungan tersebut, peserta dapat melihat langsung pengelolaan kebun yang telah memperoleh sertifikasi RSPO, termasuk penerapan praktik budidaya dan manfaat ekonomi yang diperoleh petani.

Ketua Koperasi Berkat Bunga Damai, Abu Bakar AR, menyebutkan bahwa keberhasilan koperasi dalam memperoleh sertifikasi ditopang oleh penerapan Good Agricultural Practices (GAP), pencatatan administrasi kebun atau logbook, serta tata kelola kelembagaan yang transparan dan kuat.

Para peserta yang berasal dari Kabupaten Aceh Timur juga berdiskusi dengan pengurus koperasi dan petani anggota mengenai proses sertifikasi, mulai dari pemetaan kebun secara partisipatif, komitmen tanpa pembakaran (zero burning), perlindungan Kawasan Nilai Konservasi Tinggi (NKT), hingga manfaat ekonomi setelah memperoleh sertifikasi.

Menurut Abu Bakar, sebelum mendapatkan sertifikasi, produktivitas kebun anggota relatif rendah dan harga jual tandan buah segar (TBS) juga relatif murah. Setelah memperoleh pembinaan dan menerapkan GAP sesuai standar RSPO, produktivitas kebun meningkat dan rendemen minyak menjadi lebih tinggi.

“Manfaatnya bukan hanya harga yang lebih baik karena ada premi RSPO, tapi juga biaya operasional lebih efisien. Anggota kami sekarang lebih sejahtera,” jelasnya.

Baca Juga :  Pelindo Cabang Malahayati Optimalkan Fasilitas di Pelabuhan Malahayati untuk Dukung Pertumbuhan ekonomi Aceh

Pelatihan ini melibatkan sejumlah pihak, yakni BPDP sebagai penyandang dana, Direktorat Jenderal Perkebunan sebagai pembina teknis, Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh, Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Aceh Timur sebagai pelaksana daerah, serta BPI sebagai penyedia pelatihan.

Melalui program Pengembangan SDM Perkebunan BPDP, para peserta diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh di kebun masing-masing. BPI juga menyiapkan pendampingan lanjutan melalui program Safari Sawit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *