SIMALUNGUN | TUBINNEWS.COM – Vidio viral diduga Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Girsang Sipangan Bolon yang terekam berbicara dengan nada tinggi kepada warga terkait penggunaan Dana BOS Tahun 2024 kini memasuki babak baru.
Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Girsang Sipangan Bolon, Jes Manro Tambunan, memberikan klarifikasi terkait kejadian tersebut hingga viral di media sosial dan ramai ditanggapi netizen.
Pihak sekolah menyebut, awal persoalan bermula ketika Junaidi Sinambela datang ke sekolah dan mengaku sebagai bagian dari masyarakat yang ingin mempertanyakan penggunaan Dana BOS.
Kedatangan tersebut kemudian diterima oleh pihak sekolah dan sempat terjadi dialog terkait tujuan kedatangannya.
Menurut penjelasan Jes Manro Tambunan, emosi diduga muncul karena adanya kesalahpahaman mengenai identitas dan kapasitas pihak yang datang mempertanyakan anggaran penggunaan dana bos selama 4 tahun menjabat kepala sekolah.
“Yang kami pertanyakan sebenarnya masyarakat mana, karena kami juga melayani dan kenal masyarakat di sini jadi kalau dari Porsea sana kan udah beda wilayah,” ujarnya kepada Tubinnews, Jumat (1/5/2026).
”Yang jadi masalahnya adalah, saudara Junaidi meminta bendahara ruangan khusus untuk memeriksa dana bos,” tambahnya.
Dalam penjelasan itu juga disebutkan bahwa pihak sekolah merasa situasi menjadi memanas karena komunikasi yang dinilai tidak berjalan baik sejak awal pertemuan.
Pihak sekolah turut menambahkan adanya unsur intimidasi yang disengaja kepada piket sekolah. Mereka mengaku saat itu suasana memang sempat tegang hingga terjadi adu argumentasi antara kedua belah pihak.
Selain itu, pihak sekolah juga mengungkap bahwa mereka sempat mencoba meninjau rekaman CCTV untuk melihat kembali kejadian sebenarnya.
Namun kualitas audio dan gambar disebut kurang maksimal karena jarak kamera cukup jauh dari lokasi perdebatan.
“Kualitas suara dari CCTV kurang jelas karena posisi kamera cukup jauh dan saat itu kondisi lagi ada pekerjaan sekolah juga ramai,” jelasnya.
Dalam klarifikasi itu, pihak sekolah juga menyebut bahwa sebelumnya Junaidi mengaku telah mencoba menghubungi kepala sekolah melalui telepon, namun pihak sekolah mengaku tidak menemukan adanya panggilan masuk pada saat kejadian.
Meski demikian, pihak sekolah mengakui situasi saat itu dipengaruhi emosi dan kesalahpahaman komunikasi di lapangan.
Sebelumnya, video perdebatan tersebut viral di media sosial dan menuai beragam komentar dari masyarakat. Banyak netizen menyoroti pentingnya transparansi penggunaan Dana BOS serta perlunya pejabat publik memberikan pelayanan secara terbuka dan profesional.
Diketahui penggunaan dana BOS SMP Negeri 1 Girsang Sipangan Bolon Parapat mencapai Tahap 1 Rp314.600.000 dan Tahap II tahun 2025 hingga kini belum ada tercatat laporan penggunaan dana BOS melalui Website Aplikasi Jaga.id KPK.
Sebagai kontrol sosial apakah masyarakat berhak untuk mengetahui adanya penggunaan ada BOS disekolah hingga kini Tubinnews masih mencoba melakukan konfirmasi kepada Kejaksaan Tinggi Sumatra Utara sebagai bentuk keterbukaan informasi publik dan pemeriksaan lebih lanjut penggunaan dana BOS yang dimaksud.

















