Meulaboh | TubinNews.com – Aktivitas masyarakat di sejumlah pusat perbelanjaan dan warung kopi di Meulaboh meningkat signifikan menjelang Hari Raya Idulfitri. Kondisi tersebut turut dimanfaatkan oleh sejumlah oknum untuk membuka praktik parkir liar di berbagai titik keramaian.
Berdasarkan pantauan di lapangan, parkir liar terlihat bermunculan di sekitar pusat perbelanjaan, pertokoan, hingga deretan warung kopi yang ramai dikunjungi masyarakat.
Para juru parkir yang beroperasi di sejumlah lokasi tersebut tidak terlihat menggunakan tanda pengenal resmi maupun atribut yang menunjukkan bahwa mereka merupakan petugas parkir yang sah.
Kondisi ini menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat Kabupaten Aceh Barat. Selain tarif parkir yang tidak jelas, keberadaan parkir liar juga dinilai mengganggu ketertiban serta kenyamanan pengunjung yang datang untuk berbelanja atau sekadar menikmati waktu di warung kopi.
Beberapa warga mengaku kerap diminta membayar biaya parkir tanpa adanya karcis resmi sebagai bukti pembayaran.
Salah seorang warga Meulaboh, Fauzan (34), mengaku cukup sering diminta membayar parkir oleh oknum yang tidak jelas statusnya saat berkunjung ke kawasan pusat keramaian.
“Kadang diminta dua ribu sampai lima ribu rupiah, tapi tidak ada karcis. Kita juga tidak tahu apakah itu resmi atau tidak,” ujarnya, Sabtu (15/3/2026).
Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah kawasan pusat perbelanjaan dan deretan warung kopi di Kota Meulaboh yang setiap hari dipadati pengunjung menjelang lebaran. Di lokasi tersebut, sejumlah oknum terlihat mengatur kendaraan dan meminta uang parkir kepada pengendara.
Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait dapat segera melakukan penertiban terhadap praktik parkir liar tersebut.
Penertiban dinilai penting untuk menjaga ketertiban, memberikan rasa aman kepada masyarakat, serta memastikan sistem pengelolaan parkir berjalan sesuai aturan yang berlaku.









