Banda Aceh | TubinNews.com – Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh mendorong penggunaan QRIS untuk percepatan digitalisasi pasar tradisional di kawasan Pasar Aceh.
“Acara Peukan Raya Ramadhan 2026 yang berlangsung sejak 20 Februari hingga 15 Maret 2026 akan menggunakan QRIS sebagai alternatif pembayaran,” ujar Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal dalam sambutan pembukaan Acara di Banda Aceh, Jumat (27/02/2026).
Ia mengatakan program tersebut merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kota Banda Aceh bersama Bank Indonesia dan perbankan syariah untuk memperkuat ekosistem pembayaran digital di pusat perdagangan masyarakat.
“Ini bukan sekadar metode pembayaran, tetapi bagian dari percepatan inklusi keuangan. Kita ingin transaksi non-tunai di pasar tradisional semakin mudah, cepat, murah, aman, dan andal,” jelasnya.
Menurut Illiza, transformasi digital harus berjalan berdampingan dengan nilai religius dan kearifan lokal yang selama ini melekat di pasar tradisional. Pasar tidak hanya menjadi ruang transaksi, tetapi juga ruang silaturahmi masyarakat.
“Kita ingin pasar tetap menjadi ruang kebersamaan, namun mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman,” ucapnya.
Selain itu, lanjut Illiza, penggunaan QRIS juga membantu pelaku usaha dalam pencatatan transaksi yang lebih tertib. Dengan riwayat pembayaran yang tercatat secara digital, pedagang memiliki data yang dapat dimanfaatkan untuk evaluasi usaha maupun akses pembiayaan ke lembaga keuangan.
“Melalui program ini, kami berharap kemudahan transaksi dapat memperluas akses pasar dan meningkatkan omzet pedagang selama Ramadhan. Langkah digitalisasi ini menjadi bagian dari energi kebangkitan ekonomi kota yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan identitas lokal,” pungkasnya









