Aceh Besar | TubinNews.com — Sejumlah pangkalan gas Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 Kg di Kabupaten Aceh Besar mengaku kesulitan menjual stok akibat kuota yang diterima melebihi kebutuhan pasar. Kondisi ini membuat gas subsidi tersebut tidak cepat terserap masyarakat.
Akibatnya, beberapa pangkalan terpaksa menjual LPG3 kg di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) agar stok tidak menumpuk terlalu lama.
Salah seorang pemilik pangkalan di Aceh Besar, PK (38), mengatakan penjualan elpiji belakangan ini jauh menurun dibandingkan sebelumnya.
“Sekarang sulit dijual. Biasanya cepat habis, tapi sekarang terpaksa kami jual di bawah harga. Biasanya Rp18 ribu, sekarang harus dijual rugi supaya cepat habis, bahkan ada yang Rp14 ribu per tabung,” ujar PK, Sabtu (17/1/2026).
Sebelumnya, Pertamina menambah kuota LPG3 kg di sejumlah daerah, termasuk Aceh Besar, sebagai langkah antisipasi pascabencana dan untuk menjaga stabilitas harga.
Namun menurutnya, penambahan kuota tersebut tidak sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat di lapangan.
“Seharusnya pemerintah daerah dan Pertamina tidak panik dengan menggelontorkan kuota LPG 3 kg di luar batas kebutuhan masyarakat,” katanya.
Ia menilai perlu dilakukan evaluasi distribusi agar penyaluran LPG 3 kg lebih tepat sasaran dan tidak merugikan pangkalan, sekaligus tetap menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

















