Banda Aceh | TubinNews.com – Antrean panjang kendaraan terlihat di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jeulingke, Kota Banda Aceh. Warga ramai-ramai mengisi bahan bakar minyak (BBM) karena khawatir konflik antara Iran dan Israel akan berdampak pada harga minyak dunia.
Berdasarkan pantauan di lokasi, antrean kendaraan roda dua dan roda empat sudah mengular sejak pagi. Sejumlah warga mengaku memilih mengisi BBM lebih awal karena takut terjadi kenaikan harga secara mendadak.
“Takut nanti tiba-tiba harga minyak jadi naik, jadi antre dari sekarang aja,” kata Rahmat, salah seorang warga yang ikut mengantre di SPBU tersebut pada Kamis (05/03/2026).
Selain antrean panjang di sejumlah SPBU, warga juga menyebutkan bahwa beberapa SPBU di Banda Aceh sempat kehabisan stok BBM. SPBU Simpang Jam dan SPBU Ulee Lheue disebut sempat kosong, sementara antrean kendaraan masih terlihat di SPBU kawasan Kampung Mulia.
Fenomena panik membeli BBM ini diduga muncul setelah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang dikhawatirkan dapat memengaruhi pasokan minyak global. Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa stok BBM nasional masih dalam kondisi aman.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, sebelumnya menyampaikan bahwa cadangan BBM nasional diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 20 hari ke depan.
Ia juga menjelaskan bahwa Indonesia masih memiliki produksi minyak domestik sekitar 600 ribu barel per hari.
“Karena Indonesia kan berkontribusi kurang lebih sekitar 600 ribu barel per hari. Nah, selisih ini yang sedang kami hitung,” ujarnya.
Ia menambahkan, Indonesia juga melakukan ekspor minyak, sehingga pemerintah tengah mengkalkulasi selisih antara produksi domestik dan kebutuhan dalam negeri untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga. Hingga saat ini, pemerintah belum mengeluarkan kebijakan terkait kenaikan harga BBM.

















