Medan | TubinNews.com – Antrean panjang kendaraan terlihat di sejumlah SPBU di Kota Medan sejak Kamis kemarin (5/3/2026). Warga berbondong-bondong mengisi bahan bakar minyak (BBM) setelah beredar informasi terkait ketersediaan stok menipis yang memicu kepanikan di tengah masyarakat.
Kepanikan tersebut diduga dipicu oleh pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang menyebutkan bahwa ketahanan cadangan minyak Indonesia diperkirakan hanya mampu bertahan sekitar 25 hari jika terjadi gangguan pasokan global.
Pernyataan itu dikaitkan dengan meningkatnya tensi konflik internasional antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, sehingga memicu kekhawatiran masyarakat akan kemungkinan kelangkaan BBM di dalam negeri.
Akibatnya, sejumlah SPBU di berbagai titik Kota Medan dipadati kendaraan yang ingin mengisi tangki penuh. Bahkan, beberapa warga terlihat membawa jeriken untuk menyimpan BBM cadangan.
Fenomena ini memunculkan pemandangan yang tidak biasa di sejumlah SPBU. Kepanikan masyarakat terhadap kebutuhan BBM juga dikhawatirkan dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk menaikkan harga BBM secara tidak wajar di tingkat pengecer.
Menanggapi kondisi tersebut, pihak PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut memberikan klarifikasi terkait beredarnya pesan berantai di media sosial yang mengimbau masyarakat segera mengisi penuh tangki kendaraan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.
“Perlu diketahui bahwa informasi tersebut tidak benar. Saat ini penyaluran BBM kepada masyarakat berjalan normal dan stok BBM wilayah Aceh dan wilayah Sibolga sekitarnya dalam kondisi aman serta terus didistribusikan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (5/3/2026).
Pertamina juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya, serta tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan yang justru dapat memicu kepanikan di masyarakat.
“Pertamina mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi serta tidak mempercayai pesan berantai dari sumber yang tidak jelas yang tidak sesuai dengan fakta,” tambahnya.
Terpisah Muhammad Baron – Vice President Corporate Communication Pertamina (Persero) dalam keterangan resminya mengatakan ketersediaan BBM hingga lebaran.
“Pada fasilitas ini, Pertamina mampu memetakan kondisi pasokan dan cadangan energi di setiap rantai pasok secara kontinyu, mulai dari sektor hulu, pengolahan, pengapalan dan pengangkutan, hingga distribusi ke SPBU-SPBU Pertamina. Kami memiliki akses terhadap data dan kamera pengawasan, bahkan pergerakannya setiap detik,” jelas Baron.
“Untuk BBM dan Elpiji cukup untuk melayani hingga lebaran ini,” pungkasnya.
Hingga Jumat siang, antrean kendaraan di beberapa SPBU di Kota Medan masih terlihat, meski pihak Pertamina memastikan distribusi BBM tetap berjalan normal.









