Percut Sei Tuan | Tubinnews.com — Polemik pembangunan Koperasi Merah Putih di Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Percut Sei Tuan, terus menjadi sorotan. Setelah gelombang penolakan dari warga, Danramil 0201-13 Percut Sei Tuan akhirnya angkat bicara dan menyampaikan permohonan maaf atas situasi yang memicu ketegangan di tengah masyarakat dalam kepemimpinan Kepala Desa.
Dalam keterangannya, Danramil mengakui kurangnya koordinasi dan komunikasi dalam proses pembentukan kepengurusan serta rencana pembangunan koperasi yang sebelumnya telah diserahkan oleh kepala desa. Hal ini dinilai menjadi salah satu pemicu utama munculnya protes warga, khususnya terkait lokasi pembangunan di lapangan sepak bola desa.
“Kami meminta maaf atas kurangnya sosialisasi kepada masyarakat. Dalam pembentukan struktur kepengurusan koperasi, kami juga tidak pernah dilibatkan atau diundang oleh pihak kepala desa,” ujarnya.Rabu 25 Maret 2026.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk menggelar rapat ulang yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Menurutnya, ke depan tokoh pemuda dan masyarakat harus dilibatkan secara aktif agar program pemerintah tersebut dapat berjalan sesuai harapan.
“Nanti akan kita lakukan rapat kembali untuk pemilihan kepengurusan yang baru. Harapannya, tokoh masyarakat dan pemuda bisa dilibatkan agar koperasi ini benar-benar menjadi aset desa dan berdampak pada peningkatan ekonomi warga,” tambahnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat setempat, Alwin Marbun, mengungkapkan kekecewaannya terhadap proses yang dinilai tidak transparan. Ia menyebut bahwa sebelumnya telah ada keputusan sepihak terkait struktur kepengurusan koperasi tanpa melibatkan masyarakat luas.
“Kami tidak pernah dilibatkan. Tiba-tiba sudah diputuskan kepala desa dan LPM yang masuk dalam kepengurusan. Bahkan, rencana pembangunan di lapangan sepak bola pun membuat warga terkejut karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya,” ungkap Alwin.
Menanggapi situasi tersebut, jurnalis Junaedi Daulay yang turut hadir dalam undangan rapat menyampaikan harapannya agar pihak Danramil segera mengambil langkah konkret untuk meredam konflik.
“Kami berharap rapat bisa segera dilakukan dan seluruh elemen masyarakat dirangkul. Jangan sampai kebijakan yang seharusnya untuk kepentingan masyarakat justru demi kepentingan keluarga dan orang orang terdekat,” ujarnya.
Dalam pertemuan yang digelar, diketahui kepala desa tidak hadir, sehingga semakin menambah tanda tanya di kalangan warga terkait komitmen pemerintah desa dalam menyelesaikan polemik ini.
Hingga kini, masyarakat Desa Cinta Rakyat masih menunggu langkah nyata dari pihak terkait untuk menyelesaikan konflik serta memastikan pembangunan yang direncanakan benar-benar berpihak pada kepentingan bersama.















