Deli Serdang | Tubinnews.com — Isu dugaan pungutan liar (pungli) yang menyeruak jelang pelantikan ratusan kepala sekolah di Kabupaten Deli Serdang memantik sorotan tajam publik. Nama Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Percut Sei Tuan, Halomoan Ritonga, sempat disebut dalam forum resmi, memicu polemik meski langsung dibantah.
Halomoan Ritonga secara terbuka menegaskan tidak pernah terlibat, apalagi mengoordinir atau mengondisikan praktik pungli dalam proses pelantikan kepala sekolah.
“Saya sebagai K3S memastikan tidak ada bentuk apa pun yang saya hendel atau kondisikan. Apalagi dikaitkan dengan pelantikan kepala sekolah, itu tidak pernah saya lakukan,” tegas Halomoan Senin 9 Februari 2026.
Ia mengaku langsung membantah saat namanya disebut oleh Bupati Deli Serdang dalam momentum pelantikan.
Bahkan, Halomoan meminta Inspektorat Kabupaten Deli Serdang membentuk tim khusus untuk mengusut siapa dalang sebenarnya di balik isu yang berkembang di Kecamatan Percut Sei Tuan.
“Saya minta diusut tuntas. Bentuk tim, cari siapa dalangnya sebenarnya,” katanya.

Sikap keras justru datang dari Bupati Deli Serdang, yang secara tegas memperingatkan Halomoan Ritonga di hadapan publik. Bupati menegaskan tidak akan mentolerir sedikit pun praktik pungli dalam kepemimpinannya.
“Halomoan Ritonga, kalau terbukti ada kepala sekolah yang dikoordinir, dia itu pecat,” ucap Bupati dengan nada keras.
Bupati bahkan menepis isu bahwa pelantikan kepala sekolah dipungut biaya, sembari memperingatkan semua pihak agar tidak “bermain-main”.
“Kau jangan macam-macam, Halomoan. Isunya kau ngutip. Saya mau pelantikan kepala sekolah di kepemimpinan saya tidak ada bayar apa pun,” tegasnya lagi.
Tak hanya itu, Bupati juga menyinggung peran Dinas Pendidikan dan pejabat terkait, menegaskan bahwa jabatan kepala sekolah sepenuhnya merupakan kewenangan kepala daerah.
“Tidak ada dinas pendidikan yang minta Anda jadi kepala sekolah. Bahkan Jumakir pun bisa saya berhentikan sekarang. Saya tidak mau mentolerir hal seperti itu,” katanya.
Di sisi lain, Bupati meminta seluruh kepala sekolah dan pengawas yang dilantik untuk benar-benar fokus pada tugas utama sebagai pendidik, bukan pemburu jabatan.
Target besar Indonesia Emas 2045, kata dia, ada di tangan para pendidik hari ini.
Ia juga menegaskan akan melakukan evaluasi ketat selama satu tahun. Kepala sekolah yang tidak mampu membawa perubahan dipastikan akan dievaluasi dan diganti.
Diketahui, sebanyak 273 orang resmi dilantik oleh Bupati Deli Serdang sebagai kepala sekolah dan pengawas di tingkat SD dan SMP. Namun di balik seremoni tersebut, bayang-bayang dugaan pungli masih menjadi pekerjaan rumah serius yang ditunggu publik untuk diungkap secara transparan dan tuntas.









