Banda Aceh | TubinNews.com – Naufal Maulana, lulusan Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi (PTI) UIN Ar-Raniry Banda Aceh, berhasil menorehkan prestasi gemilang. Ia terpilih menjadi satu dari 300 penerima Beasiswa Pemerintah Rusia tahun 2026, menyisihkan sekitar 4.000 pendaftar dari seluruh Indonesia. Beasiswa tersebut berada di bawah lembaga kebudayaan dan pendidikan Rusia dengan tingkat persaingan yang ketat secara nasional.
“Tahun ini persaingannya sangat ketat. Dari sekitar 4.000 pendaftar, hanya 300 orang yang dinyatakan lulus untuk jenjang sarjana, magister, dan doktoral. Proses seleksinya panjang dan penuh tekanan, tetapi saya percaya usaha yang konsisten dan doa tidak akan mengkhianati hasil,” ungkap Naufal saat diwawancarai oleh TubinNews, Kamis (12/02/2026).
Lahir dari keluarga sederhana dengan orang tua yang berprofesi sebagai guru, Naufal selalu memegang teguh nilai kerja keras. Baginya, pendidikan adalah kunci untuk mengubah masa depan. Dukungan penuh dari orang tua dan statusnya sebagai anak sulung dari empat bersaudara menjadi bahan bakar utamanya untuk terus maju.
“Sejak kecil orang tua selalu mengajarkan bahwa pendidikan adalah jalan untuk mengubah masa depan. Dukungan keluarga menjadi kekuatan terbesar saya,” ujar Naufal.
Setelah menyelesaikan studi sarjana, Naufal aktif mengembangkan diri di bidang teknologi informasi, khususnya pengembangan media digital dan teknologi berbasis pendidikan. Ia juga mempersiapkan diri untuk melanjutkan studi ke luar negeri dengan memperkuat kemampuan akademik, belajar secara mandiri, serta membangun kesiapan mental.
Ia mengungkapkan bahwa proses persiapan beasiswa telah ia jalani selama kurang lebih enam tahun. Sejak 2022, Naufal mulai memperbanyak prestasi, memperluas wawasan, mempelajari budaya Rusia, serta mematangkan kesiapan mental. Pada 2025, ia fokus menyelesaikan dokumen akademik, menyusun motivation letter, menentukan kampus tujuan, hingga menyiapkan proposal tesis.
“Saya juga terus belajar secara mandiri dan membangun kesiapan mental, karena saya sadar bahwa melanjutkan studi ke luar negeri membutuhkan persiapan yang matang, bukan hanya dari sisi akademik tetapi juga kedewasaan dan tanggung jawab.”
Naufal memilih ITMO University sebagai kampus tujuan. Universitas tersebut dikenal unggul dalam bidang Teknologi Informasi, Computer Science, dan Artificial Intelligence (AI), dengan lingkungan akademik yang kompetitif dan berorientasi pada riset.
“Lingkungan akademik di ITMO sangat sesuai dengan visi saya untuk menjadi pengembang teknologi yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menciptakan solusi nyata,” ujarnya.
Program Beasiswa Pemerintah Rusia ini memberikan pembebasan biaya kuliah penuh, fasilitas asrama sesuai kebijakan universitas, uang saku bulanan, serta program persiapan bahasa Rusia sebelum perkuliahan inti dimulai. Bagi Naufal, beasiswa ini bukan sekadar bantuan finansial, tetapi juga amanah besar untuk membawa nama baik Indonesia.
“Saya ingin membuktikan bahwa generasi muda dari daerah juga mampu bersaing di tingkat global dan membawa perubahan nyata bagi daerahnya,” tuturnya.
Ia pun berpesan kepada generasi muda, khususnya di Aceh, agar tidak merasa kecil karena berasal dari daerah.
“Jangan takut bermimpi besar. Dunia terbuka bagi siapa saja yang mau berusaha dan bersungguh-sungguh,” pungkas Naufal.
















